Kebiasaan Tahajud yang Kurang Semangat
13 Januari 2008 oleh M Shodiq Mustika
Selain dalam hal porsi waktu, mungkinkah kita “kurang merasa terpanggil oleh Tuhan” ketika melakukan tahajud? Ya. Bisa saja itu terjadi.
Berikut ini beberapa ciri kebiasaan tahajud yang “kurang merasa terpanggil oleh Tuhan”:
- Rajin bertahajud hanya ketika membutuhkan pertolongan Allah, misalnya sewaktu hendak mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru, melamar pekerjaan, manawarkan proposal proyek, dan lain-lain. Dalam hal-hal seperti ini, kita kurang merasa terpanggil oleh Tuhan, tetapi lebih terpanggil oleh kebutuhan diri.
- Bertahajud hanya ingin dianggap baik oleh orang lain. Dalam hal ini, kita kurang merasa terpanggil oleh Tuhan, tetapi lebih terpanggil oleh pujian dari orang lain.
- Bertahajud hanya ketika terbangun oleh nyaringnya suara muadzin yang mengajak kita mendirikan shalat malam. Dalam hal ini, kita kurang merasa terpanggil oleh Tuhan, tetapi terpanggil oleh nyaringnya suara muadzin.
- Bertahajud hanya ketika bingung, tak tahu harus melakukan apa, dan sulit memejamkan mata di tengah malam. Atau sholat tahajud sebagai pengisi waktu sebelum menyaksikan siaran langsung pertandingan sepakbola di televisi. Dalam hal ini, kita kurang merasa terpanggil oleh Tuhan, tetapi lebih terpanggil oleh waktu luang.
[...] yang Terlalu Semangat Pada artikel yang lalu, sudah kita kenali tanda-tanda tahajud yang “kurang merasa terpanggil oleh Tuhan”. Bagaimana dengan tahajud yang “terlalu merasa terpanggil oleh Tuhan”? Ada [...]
[...] Sesuai Porsinya Pada artikel terdahulu, sudah kita simak dua ujung ekstrem (yaitu antara “kurang” dan “berlebihan”) dalam menyambut panggilan Allah di malam hari. Lalu, bagaimana agar kita [...]