Saat browsing tadi, kujumpai satu pertanyaan menarik: “temanku non muslim bilang Nabi Muhammad belum selamat di akhirat, maka beliau minta seluruh umatnya mengirimi shalawat kepadanya. … Bagaimana menjawabnya?”
Archive for September, 2008|Monthly archive page
Mengapa hanya menyebut nama Muhammad dan Ibrahim dalam shalawat
Dalam 2 - Mantapkan wujud, shalat di 18 September 2008 pada 20:43“Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Mengapa cara shalat kita beda?
Dalam 3 - Arungi makna, shalat di 2 September 2008 pada 13:40Alkisah, seorang pemuda Madura datang ke Yogyakarta. Ia menempuh studi lanjut, berkuliah di kota pelajar ini. Dijumpainya, cara shalat teman-temannya berlainan. Kenyataan ini agak mengejutkan baginya. Di kampung asalnya, semua orang bersholat dengan cara yang “sama”, patuh mengikuti petunjuk sang kyai.
Tapi di Jogja, Baca entri selengkapnya »
Sentuhan syetan di wajah orang yang tekun beribadah
Dalam Tasawuf di 1 September 2008 pada 23:16Kuis: “Apakah di lingkungan sosial Anda, biasanya Anda merasa bahwa Anda tergolong orang yang paling saleh?” Silakan jawab di dalam hati masing-masing dengan sejujur-jujurnya. Lalu marilah kita simak sebuah kisah dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shahih berikut ini. (Harapanku, kita bisa menjadi lebih rendah hati dalam menekuni ibadah, terutama di bulan Ramadhan ini.)
Di hadapan Nabi dan para sahabat, Abu Bakar Shiddiq memuji-muji seseorang yang sangat bagus ibadahnya. Namun, Baca entri selengkapnya »
