Mengapa hanya menyebut nama Muhammad dan Ibrahim dalam shalawat

2008 September 18
by M Shodiq Mustika

“Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Teks Arabnya:

اللّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، اللهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Demikianlah satu diantara bacaan-bacaan shalawat yang telah dituntunkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam kepada umatnya. Dan masih ada banyak lagi bacaan shalawat yang dituntunkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam.
 

tolong kasih tahu tentang kenapa [shalawat yang dituntunkan] dalam bacaan shalat hanya menyebutkan nama nabi muhammad dan nabi ibrahim saja

Sebab, sebagaimana disebutkan oleh al-Albani dalam kitab Sifat Shalat Nabi, yang dituntunkan kepada kita adalah “berdoa dengan kata-kata yang pendek, tetapi isinya sangat luas.

Bayangkanlah betapa terlalu panjangnya doa shalawat kita seandainya mesti menyebut nama nabi (dan nama orang-orang saleh lainnya) dalam shalawat: “Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Adam dan keluarganya, Nabi Idris dan keluarganya, Nabi Nuh dan keluarganya, … [sebut satu demi satu sampai], Nabi Isa dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Adam dan keluarganya, Nabi Idris dan keluarganya, Nabi Nuh dan keluarganya, … [sebut satu demi satu sampai], Nabi Isa dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Mengapa kita melantunkan doa shalawat terhadap Nabi Muhammad?

Sebab, Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

(artinya): “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.” (Al Ahzab: 56)

Selain itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda (artinya): “Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali saja, niscaya Allah akan membalasnya dengan shalawat sepuluh kali lipat.” (H.R. Al Hakim dan Ibnu Sunni, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)

Lantas, mengapa nama nabi yang disebutkan bersama dengan Muhammad itu ialah Ibrahim, bukan Nuh, Musa, Isa, atau yang lainnya?

Dalam hal ini, perlu kita perhatikan bahwa penyebutan nama Ibrahim dalam shalawat itu tidak sendirian, tetapi menyertakan keluarganya. Kita tahu, keluarga Ibrahim itu sudah menerima shalawat dan barakah yang luar biasa dari Allah Ta’ala. Bahkan, dapatlah kita katakan bahwa keluarga Ibrahim itu lebih utama daripada segala keluarga lainnya.

Benarkah keluarga Ibrahim merupakan keluarga yang paling utama di segala zaman?

Ya, keluarga nabi Ibrahim adalah keluarga yang istimewa yang kisahnya digelar oleh seluruh kitab suci dari masa ke masa. Keistimewaan keluarga Ibrahim –’Alaihis salam– membuatnya terpilih oleh Allah Ta’ala di antara sekian banyak keluarga manusia di segala zaman seperti tersebut di dalam surah Ali Imran [3]: 33, “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran [melebihi segala ummat] di alam semesta.

Jadi, keluarga yang paling utama ialah keluarga Ibrahim, kemudian keluarga Imran. Sementara itu, keluarga Imran itu sendiri merupakan keturunan dari keluarga Ibrahim. Dengan demikian, dalam penyebutan “keluarga Ibrahim” itu, “keluarga Imran” pun sudah tercakup. Oleh karena itu, tepatlah penyebutan “keluarga Ibrahim” dalam shalawat.

11 Tanggapan leave one →
  1. 2008 September 22
    Ari Rahman permalink

    Kenapa Allah HArus Dipuji?

  2. 2008 Oktober 13
    Radith permalink

    apakah dalam shalatnya nabi juga mengucapkan shalawat seperti yang kita ucapkan (beshalawat untuk dirinya sendiri)?

  3. 2008 Oktober 13

    @ Ari Rahman
    Harusnya pertanyaannya: Mengapa kita harus memuji Allah?
    Allah tidak butuh pujian. Kitalah yang perlu memuji Dia. Sebab, Allah-lah yang paling berhak dipuji. Lihat http://media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Syukur2.html

    @ Radith
    Ya. Kita meniru apa yang beliau ucapkan.

  4. 2008 November 13
    ushul fiqh permalink

    mengapa Nabi tetap dishalawatkan? Nabi kan keturunan Ibrahim, keluarga Ibrahim??

  5. 2008 Desember 12
    afibriyan permalink

    apakah dalam Mi’”roj Nabi Muhammad mengajarkan sholawat kepada para malaikat untuk Beliau ( Nabi Muhammad )………?

  6. 2008 Desember 12
    afibriyan permalink

    Benarkah dalam Mi’roj Nabi Muhammad SAW Allah mengajarkan sholawat kepada para malaikat untuk Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim…….?????

  7. 2009 Maret 18
    fajrialkautsar permalink

    Allah S.W.T. harus dipuji untuk mengingatkan kita betapa lemahnya kita, bahwa segalanya milik Allah bahwa lafaz Alhamdulillah berarti Segala Puji Bagi Allah S.W.T….

    Segala pujian yang kita terima dari manusia harus dikembalikan ke Allah S.W.T. karena percuma kita beramal kalau ada Riya, maka sia2lah amal tersebut…

  8. 2009 Agustus 8

    Perbanyak Sholawat di Bulan ini…

  9. 2009 Oktober 16
    abdul rahman permalink

    semoga kita semua di mantapkan …. hatinya.. untuk menjalankan peritah nya dan menjauhi segala laranggannya….. amin…

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Mengapa mendoakan Nabi « Muslim Moderat
  2. Mengapa mendoakan Nabi « Panduan Shalat

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS