Dapatkah mengembalikan rasa cintanya dengan shalat tahajud?

2009 Mei 30
by M Shodiq Mustika

Pak ustadz yang baik, Saya seperti mimpi dengan kejadian yang telah menimpa saya, ini semua kesalahan yang tidak saya sengaja. ketika itu setelah selesai orang tua saya dengan orang tuanya saling berkenalan, keesokannya kami berdua jalan-jalan, di dalam mobil kami ngobrol dan tiba2 terjadi perdebatan dan mulai adu mulut tanpa saya sadari saya EMOSI saya meledak dan saya melempar barang di hadapannya,dan akhirnya saya minta maaf saya khilaf karan pada saat itu pikiran saya lagi bingung dgn status pasangan saya yang duda tapi belum saya katakan pada orang tua saya (pada saat itu)

Kejadian di mobil itu pangkal permasalhan pasangan saya, dan tadi malam dia baru berterus terang kepada saya kalau selama setahun ini perasaan dia hambar kepada saya karna saya telah membetaknya secara emosional waktu di dalam mobil,sebenarnya pada saat kejadian itu dia langsung hilang perasaannya kepada saya dia sudah berusaha menbangun dengan terus datang kerumah saya pokoknya terus komunikasi tapi tetap dia tdk bisa mengembalikan persaannya yang dulu lagi,dia bilang sifat dia yang seperti ini sebenarnya menjadi momok buat dia, dia minta bantuan saya untuk berobat ke psikiater, dia tau saya khilaf dan dia sudah memaafkan, tapi yang dia bingung kenapa kok sifat ” yang langsung hilang perasaannya” tidak bisa hilang semenjak dia smp, jadi kalau pacaran lantas dia di bentak secara emosi rasa cintanya langsung hilang, sewaktu dia menikah sebernarnya istrinya seperti iti tetapi karana sudah menikah jadi dia berusaha untuk mempertahankan sampai istrinya tutup usia.

Dia minta bantuan saya untuk ke psikologi karana dia ingin tau kenapa hanya dengan masalh sepele seperti itu persaannya bisa langsung hilang, dia sedang berjuang untuk melawan ini semua, karana bukan dengan saya pun takutnya seperti ini lagi. Saya senang dia punya itikad baik untuk mengakui kelemahannya,tapi di lain sisi jiwa saya terguncang karna seperti di bohongi, dan dia tau itu.

Dia akan segera ke psikolog, karana dia tau ini penyakit lamanya dan dia minta bantuan saya, lantas saya tanya kenapa dulu bisa menikah padahal kejadian seperti itu pernah terjadi? dia bilang wkt pacaran dia singkat sehinnga dia mengalami hal itu wkt sudah berumah tangga jadi dia berusaha untuk selalu menjaganya sampai akhirnya maut memisahkan.

Pak ustadz waktu saya pertama kali bertemu dengannya saya juga tidak mencintainya,tetapi dengan seiringnya waktu saya mulai mencintainya sampai detik ini perasaan ini terus berkembang, saya mulai bisa menerima segala kekurangannya,saya sedih usia saya sudah 34 tahun kenapa ALLah masih juga belum berkenan memberikan saya pasangan,pastinya saya sudah berdoa setiap saya putus denagn pacar, saya selalu berdoa untuk minta yang terbaik sampai akhirnya saya bertemu dangan mas P (inisial nama kekasih saya yang sekarang) saya bahagia sekali kami cocok secara pandangan, hanya kesalahan itu saja yang saya tidak di sengaja dan tidak pernah terulang lagi, ternyata sudah menghancurkarkan semua harapan saya.

Kenapa Pak ustadz ALLAH seperti itu kepada saya? saya pikir mas P adalah jawaban dari semua doa2 saya siang dan malam, di waktu sholat hajat dan sholat 5 waktu,kenapa jodoh saya jauh sekali ..? bisakah dengan TAHAJUD ALLAH MENGEMBALIKAN HATINYA DAN MENYEMBUHKAN SEMUA KELEMAHANNYA? DZKIR APA YANG HARUS SAYA BACA UNTUK MENGEMBALIKAN RASA CINTANYA KEPADA SAYA, saya senang dia mau berusaha terus datang tidak pernah absent karna dia sungguh ingin membangun rasa yang dulu lagi.

Apa ini jawaban dari ALLAH dari dari semua doa2 saya? atau ini ujian dari ALLAH untuk menguji kesabran saya untuk menolong dia?
Tolong pak saya minta doa dan dzikir yang tepat untuk masalah ini. Boleh kah saya sholat HAJAT lagi untuk minta jodoh walaupun saya masih mencintainya, dan boleh kah pak kalau dalam SHOLAT HAJAT saya sekalian meminta kesembuhan untuk mas P (2 permintaan dalam sholat hajat) dan masih bolehkah saya sholat ISTIQARAH lagi untu meminta petunjuk untuk masalah ini.

Terima kasih

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Pertama, aku mohon maaf karena baru sekarang dapat menyempatkan diri menjawab pertanyaanmu. Aku hanya berharap bahwa sebagaimana kamu bisa bersabar menghadapi kasus ini, bisa pula kau bersabar menunggu jawabanku.

Salah satu alasan mengapa aku tidak segera menjawab pertanyaanmu adalah adanya kasus-kasus lain yang dikonsultasikan kepadaku. Kasus-kasus lain itu menurutku lebih berat dan lebih mendesak untuk segera diselesaikan. Harap maklum, ya!

Sebelum menyampaikan jawabanku terhadap pertanyaanmu, aku hendak menyampaikan saran lebih dulu. Boleh, ya?

Saranku yang utama untuk mengatasi kasus kalian itu adalah bahwa kalian tidak perlu banyak berharap bahwa hati si P akan “kembali seperti dulu”. Yang aku sarankan adalah hendaknya kalian memulai lagi dari nol (bahkan “minus”) untuk membangun hubungan “baru”, sedikit demi sedikit, sehingga pada suatu waktu nanti rasa cintanya kepadamu LEBIH BAIK DARIPADA YANG DULU.

Dulu, sebagai “wanita sempurna” kamu dicintai mas P. Aku berharap, kelak dia bisa mencintaimu “apa adanya”.

Mencintai seseorang yang dipandang “sempurna” bukanlah cinta sejati. Sebab, takkan ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Cinta sejati antarlawanjenis adalah mencintai “apa adanya”, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Tentu saja, itu bukan berarti bahwa kita bisa mencintai kekurangan kekasih. Namun, dengan rasa cintalah kita dapat “menerima” keadaan kekasih yang kurang sempurna, untuk kemudian berusaha bersama-sama berkembang, sehingga kekurangan masing-masing menjadi semakin sedikit, sedangkan kelebihan masing-masing menjadi bertambah.

Untuk menyertakan Allah dalam upaya perubahan (perkembangan) seperti itu, yang lebih dianjurkan kepada kita bukanlah shalat hajat, melainkan istikharah.

Shalat sunnah yang mana pun, termasuk shalat Tahajud, dapat berfungi pula sebagai shalat istikharah (asalkan disertai dengan doa istikharah). Muhyiddin an-Nawawi menerangkan, “Shalat istikharah bisa dilakukan dengan dua rakaat shalat sunah rawatib yang mana pun. Bahkan, juga shalat sunah tahiyatul masjid dan shalat sunah lainnya.” (al-Adzkar, 112)

Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan simak buku karyaku dkk, Istikharah Cinta. Adapun untuk lafal-lafal zikir yang relevan dengan persoalanmu, silakan simak buku Doa & Zikir Cinta.

Demikianlah jawabanku, wallaahu a’lam.

4 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Agustus 6
    iil permalink

    assalammualaikum.
    saya minta bantuan doa nya agar orang yang saya cintai mencintai saya lagi dan kembali lagi.saya dah cukup menderita menahan sedih di hati sampai2 saya buat kesalahan ter besar,kesalahan terbesar meminum baygon.jadi saya mohon ke iklasan hati untuk bantuan doa nya.saya juga selalu berdoa.

    • 2009 September 1
      Ekananda permalink

      Nasib Kita Sama., orang yang saya cintai pergi untuk wanita lain., bahkan dia bilang sama saya akan segera menikah., YA ALLAH sakit sekalih Menahan sedih di hati., hanya saja saya baru mau merencanakan minum baygon belum sampai minum baygon tapi tetep saja itu kesalahan terbesar… saya juga mohon ke ikhlasan hati untuk bantuannya. jadi kita bisa saling mendoakan.

      • 2009 Oktober 9

        kita hampir sama…tapi saya cowok…saya juga melakukan kesalahan dmn kesalahan itu sebenernya saya lakukan hanya menepatin janji ke pada mantan saya.setelah itu sudah..tapi istri saya bener bener tidak bisa menerima saya lagi meskipun di hatinya masih sayang dan cinta sama saya.tapi di trauma…

        padahal saya sayang sama istri saya hanya karna salah sangka berujung di perceraian yang akan saya hadi mohon solusi …

  2. 2009 Oktober 29
    Fajar permalink

    Assalamualaikum,
    Maaf lahir batih bagi yang mempunyai blog ini, saya cuma menuangkan apa yang dapat saya tuangkan

    Saudaraku sekalian, Semua cobaan yang saudara alami pasti ada sebab akibat. Sebaiknya kita harus melihat kebelakang selama kita belum mengalami cobaan itu. Ingat-ingat apa saja yang pernah kita lakukan terutama dosa yang pernah kita lakukan selama ini. Jangan sampai saudara nanti menyalahkan Allah dikarenakan ujian yang di berikan. Ingat, pasti ada nilai positifnya seorang hamba Allah yang di beri ujian, mungkin diantaranya saudara semakin dekat dengan Allah atau lebih dewasa menghadapi setiap permasalahan. Semua ujian memang di butuhkan kesabaran, yang memang batas kesabaran setiap orang itu berbeda-beda, disinilah kita sebagai hamba Allah di uji mengenai kesabaran. Ingat saudaraku ” Allah tidak akan mengubah suatu kaum selama kaum itu tidak merubahnya” dan ” Allah maha mendengar atas segala doa yang di panjatkan oleh hambanya”. Cobalah untuk bangkit dari permasalahan cinta ini, yakinkan diri saudara bahwa ini semua ujian yang saudara hadapai dengan sabar dan tawakal.

    Soal permasalahan cinta antara manusia, terkadang kita terlalu mencintai sesuatu yang terlalu melewati batas sampai tidak menyadari bahwa cinta dapat menjadi orang buta akan Allah dan Rosul ” Cintailah sesuatu itu sesuai dengan batas kewajaran”. Kalau pun cinta yang di harapkan tidak dapat di milik, saran saya cintailah Allah dan Rosul disana kita akan menemukan jawaban mengenai mengapa kita tidak dapat memiliki cinta si fulan. Memang sakit bila orang yang kita cintai tapi berpaling ke orang lain, selalu memikirkan si fulan dan sampai-sampai menyalahkan Takdir yang di berikan oleh Allah, kalau sudah seperti ini kita sudah buta akan cinta dan bisa Menyalahkan Allah yang maha memiliki cinta. Saran saya yang harus dilakukan bagi penyakit cinta seperti ini adalah:
    1. Bertaubat sebenar-benarnya Taubat akan dosa Kita
    2. Berpikiran positif dari ujian atau cobaan yang di hadapi meskipun pahit
    3. Selalu bangkit dari keterpurukan dengan cara banyaklah bergaul dengan banyak orang sehingga lambat laun keterpurukan akan terlupakan dan akan memulai cerita baru. Siapa tahu diluar sana ada yang lebih baik dari cinta si fulan.
    4. Sabar dalam menghadapi ujian
    5. Beramal soleh, terkadang amal soleh ini sebagai sarana kita dalam doa yang kita panjatkan dan terkabulkan. Inilah kebesaran Allah yang memang tidak di ragukan.
    6. Jangan terlalu lama meratapi nasib, sebab masih banyak kegitan yang lebih baik dari pada meratapi nasib. Memikirkan cinta si fulan memang hal yang wajar bila si fulan berpaling seperti menangis (menangislah, keluarkan keluh kesah saudara dalam tangisan itu). Bila sudah di keluarkan keluh kesah itu lewat tangisan maka bangkitlah lagi, masih banyak yang lebih baik dari pada ber-keluh kesah.
    7. Mengubah sikap dan prilaku yang selama ini kurang baik ( hanya saudara yang mengetahu hal ini pada diri saudara sendiri)

    Mudah-mudahan bermanfaat.

    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS