<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Salat SMART</title>
	<atom:link href="http://salatsmart.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salatsmart.wordpress.com</link>
	<description>Cerdas Shalat, Sukses Dunia-Akhirat</description>
	<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 18:00:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Shalat istikharah yang efektif menurut sunnah Nabi</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/17/shalat-istikharah-yang-efektif-menurut-sunnah-nabi/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/17/shalat-istikharah-yang-efektif-menurut-sunnah-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 18:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>

		<category><![CDATA[istikharah]]></category>

		<category><![CDATA[salat smart]]></category>

		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini, saya lihat ada dua jenis wacana tentang salat istikharah yang mendominasi umat. Pertama, &#8220;cara praktis&#8221; meminta petunjuk Allah melalui salat istikharah. Kedua, cara salat istikharah &#8220;menurut sunnah Nabi&#8221;. Namun, keduanya sama-sama mengandung kelemahan.
Pada jenis yang pertama, kesesuaian dengan sunnah Nabi cenderung kurang diperhatikan. Contohnya, sebuah kitab mengajarkan bahwa seusai mengucap doa istikharah, &#8220;kocoklah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selama ini, saya lihat ada dua jenis wacana tentang salat istikharah yang mendominasi umat. Pertama, &#8220;cara praktis&#8221; meminta petunjuk Allah melalui salat istikharah. Kedua, cara salat istikharah &#8220;menurut sunnah Nabi&#8221;. Namun, keduanya sama-sama mengandung kelemahan.</p>
<p><span id="more-81"></span>Pada jenis yang pertama, kesesuaian dengan sunnah Nabi cenderung kurang diperhatikan. Contohnya, sebuah kitab mengajarkan bahwa seusai mengucap doa istikharah, &#8220;kocoklah (undilah) keenam lembaran kertas itu dengan tanganmu dan keluarkanlah satu per satu. Jika secara berturut-turut yang keluar adalah tiga lembar kertas yang bertulisan &#8216;lakukanlah&#8217;, maka lakukanlah urusan yang engkau ingin lakukan. ….&#8221; Dampaknya, walaupun memperoleh isyarat yang jelas, bisa-bisa kita terjerumus ke lembah bid&#8217;ah yang sesat dan menyesatkan.</p>
<p>Sedangkan pada jenis yang kedua, efektivitas (atau kepraktisan) salat istikharah kita sendiri kurang disoroti. Segi-segi lahiriah sunnah Nabi dalam bersalat istikharah diterangkan (khususnya tentang pengucapan doa istikharah), tetapi aspek-aspek batiniah dan akliah pelaku salat (misalnya: bagaimana menghidupkan hati dan mengaktifkan akal untuk menghayati dan memahami doa istikharah) cenderung tidak disinggung sama sekali. Akibatnya, bisa-bisa salat istikharah kita kurang efektif atau bahkan sia-sia belaka.</p>
<p>Oleh karena itu, kita membutuhkan cara salat istikharah yang efektif dan sekaligus sesuai dengan sunnah Nabi. Untuk contoh pembahasan rinci, silakan baca buku <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>.</p>
<p>Untuk penjelasan sekarang, marilah kita simak ciri-ciri istikharah yang sesuai dengan sunnah Nabi sebagaimana diungkapkan oleh Abu Umar Abdullah Al Hammadi, <em>Misteri Shalat Istikharah</em>, Edisi Revisi (Solo: Pustaka Ar Rayyan, 2006), hlm. 27-97:</p>
<p>Istikharah = memohon agar dipalingkan perhatian kepada apa yang dipilih Allah Swt.</p>
<p>Boleh memohon pilihan kepada Allah Swt dalam urusan besar atau pun kecil. Namun, utamakanlah perkara yang lebih penting.</p>
<p>Ketika Zainab mendapat lamaran dari Rasulullah saw melalui Zaid, Zainab menjawab, &#8220;Aku tidak akan melakukan apa pun sebelum aku bermusyawarah dengan Tuhanku [dengan istikharah].&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Bagi yang berhalangan (misalnya lantaran haid), istikharahnya cukup dengan baca doa istikharah tanpa salat.</p>
<p>Salat istikharah adalah salat sunnah dua rekaat yang dapat dilakukan secara tersendiri atau pun menyatu dengan salat sunnah lain (rawatib, tahiyyatul masjid, dll.). Kalau menyatu, harus ada niat bahwa dengan salat sunnah lain itu hendak dilakukan salat istikharah sekaligus.</p>
<p>Bebas memilih bacaan ayat Qur&#8217;an seusai Al-Fatihah. Tidak ada dalil kuat yang mengkhususkan bacaan ayat Qur&#8217;an dalam salat istikharah. Yang khusus hanyalah doa istikharah.</p>
<p>Teks doa istikharah:<br />
Allaahumma, innii astakhiiruka bi&#8217;ilmika, wa astaqdiruka biqudratik.<br />
Wa as-aluka min fadhlikal &#8216;azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta&#8217;lamu wa laa a&#8217;lamu, wa anta &#8216;allaamul ghuyuub.<br />
Allaahumma, in kunta ta&#8217;lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma&#8217;aasyii wa &#8216;aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiih.<br />
Wa in kunta ta&#8217;lamu anna haadzal amra syarrul lii fii diinii wa ma&#8217;aasyii wa &#8216;aaqibati amrii, fashrifhu &#8216;annii, washrifnii &#8216;anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma radhdhinnii bih.</p>
<p>Terjemah doa istikharah:<br />
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu.<br />
Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.<br />
Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.<br />
Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.</p>
<p>Doa istikharah itu boleh diucapkan secara hafalan atau pun dari lembaran kertas. Doa itu dapat dibaca di dalam salat atau pun sesudah salat.</p>
<p>Seusai istikharah, kerjakan pilihan sesuai kecenderungan hati sanubari [atau akal sehat]. Tidak perlu menanti mimpi. Bila kurang mantap, lakukan istikharah lagi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=81&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/17/shalat-istikharah-yang-efektif-menurut-sunnah-nabi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsultasi: Melarang Istri Ke Masjid</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/06/konsultasi-melarang-istri-ke-masjid/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/06/konsultasi-melarang-istri-ke-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 08:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah menikah lebih kurang 20 tahun dan istri saya tersebut mau mendengar perintah dan larangan saya sebagai suaminya. Tapi satu larangan saya yang istri saya tidak mau tinggalkan adalah shalat berjamaah di masjid. Dia tidak mendengar larangan saya, padahal kaum wanita lebih baik shalat di rumah daripada shalat di masjid.
Yang ingin saya tanyakan:

Bagaimana hukum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><span style="color:#000000;">Saya sudah menikah lebih kurang 20 tahun dan istri saya tersebut mau mendengar perintah dan larangan saya sebagai suaminya. Tapi satu larangan saya yang istri saya tidak mau tinggalkan adalah shalat berjamaah di masjid. Dia tidak mendengar larangan saya, padahal kaum wanita lebih baik shalat di rumah daripada shalat di masjid.</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#000000;">Yang ingin saya tanyakan:</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;">Bagaimana hukum saya melarang istri saya shalat berjamaah di masjid?</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Bagaimana hukum istri saya karena melanggar larangan suaminya untuk tetap shalat berjamaah?</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Bagaimana hukum saya menceraikan istri saya karena alasan tersebut di atas?</span></li>
</ol>
</blockquote>
<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/ba-bz/bi/">Jawaban Ustadz Dr. Rusli Hasbi, MA</a>:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada zaman Rasulullah, <span id="more-73"></span>perempuan tidak pernah dilarang untuk shalat di masjid. Rasulullah SAW bahkan bersabda yang artinya: “Janganlah kalian menghalangi hamba-hamba Allah yang perempuan (pergi) ke masjid-masjid Allah!” (HR Bukhari) </span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Larangan tersebut datang pada masa sahabat (setelah zaman Rasulullah SAW) karena kepergian mereka ke masjid dinilai menimbulkan fitnah. Di antara sahabat Nabi yang melarang perempuan pergi ke masjid adalah Umar bin Khattab. Tetapi, istri beliau sendiri (Atikah, atau ‘Antiqah) justru tidak mau mendengar larangan suaminya. Alasan Atikah adalah bahwa Rasulullah saja tidak melarangnya. Kesimpulannya: suami tidak boleh melarang istrinya pergi ke masjid selama tidak timbul fitnah karenanya. Kalau kepergiannya menimbulkan fitnah, maka dia harus melarangnya tidak hanya ke masjid tapi ke manapun.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hadis yang mengatakan bahwa shalat di rumah bagi perempuan lebih baik daripada shalat di masjid harus dilihat dalam konteks adanya fitnah. Demikian pula hadis bahwa sebaik-baik tempat shalat bagi kaum wanita adalah bagian paling dalam (tersembunyi) dari rumahnya. Kita harus melihatnya dalam wacana terjadinya fitnah, baik fitnah yang berkaitan dengan tingkah laku, suara, pakaian, dan lain-lain. Selama tidak ada fitnah, perempuan lebih utama shalat fardhu di masjid-masjid daripada di rumah-rumah. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jadi, istri Anda bukan melanggar larangan suaminya, tetapi dia mengikuti ajaran Rasulullah untuk shalat berjamaah di masjid.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aneh bin ajaib, istri dilarang pergi ke masjid sedangkan mereka tidak dilarang ke mal, ke undangan, ke rumah tetangga, dan sebagainya yang berpotensi menimbulkan fitnah yang lebih besar daripada fitnah karena kepergian mereka ke masjid.  </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Menceraikan istri karena melanggar larangan pergi ke masjid tidak diperbolehkan. Sahabat Rasulullah SAW tidak ada yang menceraikan istri mereka karena mereka (istri-istri) tetap ke masjid walaupun dilarang. Wallahu Ta’ala a’lam. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Rusli Hasbi</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">***</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertanyaan lanjutan:</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000000;">Saya mau melanjutkan pertanyaan. Di masjid tempat istri saya melakukan shalat, cara shalatnya menurut saya salah. Alasannya, di masjid tersebut proses pelaksanaan shalatnya cepat (tidak khusyu’). Proses pelaksanaan shalat Jumat juga salah. Waktu khutbah sampai 30 menit sedangkan shalat Jumatnya lebih kurang 5 (lima) menit. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Apakah larangan saya ke istri saya untuk ke masjid tetap salah (dilarang)?<br />
2. Apakah hukumnya terhadap istri saya apabila dia tetap melanggar perintah saya?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Terima kasih banyak atas jawaban yang ustadz berikan.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/ba-bz/bi/">Jawaban Ustadz Dr. Rusli Hasbi, MA</a>:</strong></span></strong></span></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Melarang istri pergi ke masjid bertentangan dengan agama karena Rasulullah sudah melarang kita melakukannya (melarang perempuan pergi ke masjid). Istri yang melanggar larangan suaminya ke masjid tidak berdosa selama dia semata-mata melakukannya untuk mengamalkan perintah Allah dan rasul-Nya, seperti shalat berjamaah, taklim, dan lain-lain. Kalau kondisi shalat di masjid tersebut adalah yang seperti yang Anda jelaskan, maka yang harus dilakukan adalah menghidupkan taklim di masjid tersebut atau di tempat lain agar pengurus dan jamaahnya memahami pelaksanaan shalat yang benar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengan kata lain, kalau Anda melihat pelaksanaan shalat di masjid “salah”, maka langkah yang diambil bukan melarang istri ke masjid tetapi berdakwah untuk menyelamatkan semua jamaah termasuk istri Anda. Wallahu Ta’ala a’lam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Rusli Hasbi</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=73&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/06/konsultasi-melarang-istri-ke-masjid/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ajaklah Anakmu Shalat !</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/ajaklah-anakmu-shalat/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/ajaklah-anakmu-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 04:29:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, Abu Bakar As-Shidiq Radhiyalllahu’anhu hendak berangkat menuju masjid untuk menjadi imam shalat. Ketika melewati rumah putranya Abdullah, ia mendengar suara candaan mesra Abdullah dengan istrinya Atikah, seorang wanita yang cantik sholihah, yang baru saja dinikahi anaknya beberapa waktu lalu. Abu Bakar berlalu saja menuju masjid, dengan harapan sang anak akan segera menyusul bersama orang-orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="gen"><span>Alkisah, Abu Bakar As-Shidiq <i>Radhiyalllahu’anhu</i> hendak berangkat menuju masjid untuk menjadi imam shalat. Ketika melewati rumah putranya Abdullah, ia mendengar suara candaan mesra Abdullah dengan istrinya Atikah, seorang wanita yang cantik sholihah, yang baru saja dinikahi anaknya beberapa waktu lalu. Abu Bakar berlalu saja menuju masjid, dengan harapan sang anak akan segera menyusul bersama orang-orang beriman lainnya untuk melaksanakan sholat fardhu berjama’ah.</span></span><span id="more-71"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Begitu selesai mengimami sholat, yang pertama kali dicari Abu Bakar dari jamaahnya adalah anaknya,Abdullah. namun Abdullah tidak ada diantara para jamaah lainnya. Ketika pulang, Abu Bakar<span>  </span>melewati rumah anaknya kembali, masih terdengar suara canda mesra penuh kebahagiaan dari sepasang pengantin baru. Abu Bakar beristighfar berkali-kali, dengan pelan ia ketuk pintu rumah anaknya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Abdullah begitu terpengarah melihat yang datang adalah ayahnya. Begitupun Atikah. Kepada Abdullah, Abu Bakar berkata : “Wahai anakku, kamu dapatkan kebahagiaan duniawi bersama istrimu, tapi engkau lalaikan perintah Allah, engkau lalaikan sholat berjama’ah”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>“dan kau Atikah, engkau tidak bisa membahagiakan anakku. Kecantikamu, keikhlasanmu untuk berbakti kepada suami, telah menyebabkan suamimu lalai dalam mengerjakan shalat berjamaah”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>“maka hari ini..” kata Abu Bakar kepada Abdullah, “ceraikanlah istrimu! pisahkan dia dari tempat tinggalmu. Talak dia! Dan anggap dia seperti wanita yang lain juga” ujar Abu Bakar tegas. Kedua pasangan itu pun pucat pasi. Abdullah pun akhirnya menceraikan Atikah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Waktu berjalan. Abu Bakar melihat perubahan pada anaknya. Abu Bakar melihat penderitaan seorang suami yang terpaksa menceraikan istri yang sangat dicintainya. Sampai suatu hari, Abu Bakar mengizinkan Abdullah untuk rujuk kepada Atikah. Melainkan dengan syarat, jadikan ini pelajaran. “Jadikan ini sebagai pelajaran kecintaan kepada jihad fi sabilillah diatas kecintaanmu kepada siapa saja, termasuk kepada istrimu Atikah”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><b><span>Peran Orang Tua<br />
</span></b><span>Cuplikan cerita diatas merupakan pelajaran yang bisa direnungi bersama, betapa para sahabat menjadikan sholat berjama’ah sebagai prioritas utama di atas apapun. Dan yang tak terlupakan dari siratan cerita tersebut adalah peran Abu Bakar. Peran seorang ayah dalam mendidik anaknya untuk sholat. Begitu perhatiannya hingga ia tidak lepas tanggung jawab meskipun sang anak sudah beranjak dewasa. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Hal tersebut juga sudah dicontohkan oleh Bapak para Anbiya, Ibrahim as. Ketika ia diperintahkan Allah untuk meninggalkan anak dan istrinya di Makkah, ia berdo’a “ <span class="gen">Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat&#8230;.” (Qs: Ibrahim : 37). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Dari sana terlihat bagaimana peran seorang Ibrahim dalam pendidikan terhadap anaknya. Langkah awal yang Ibrahim lakukan dalam pendidikan anaknya adalah mencarikan lingkungan yang dekat dengan masjid. Karena dari sanalah akan tebentuk anak-anak yang cinta masjid, dan terbentuk di lingkungan yang islami. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Dalam surah Ibrahim ayat 40 juga dipertegas bagaimana Ibrahim mendoakan anak cucunya agar senantiasa mendirikan sholat. Hal ini menekankan bahwa memang sholat adalah hal yang harus dilakukan di setiap masa, bukan hanya pada zaman ibrahim, melainkan cucu dan keturuannya. Sholat merupakan pembeda antar muslim dengan kafir, pembeda antara umat Muhammad dengan umat yang lainnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Rasulluah dalam haditsnya juga memerintahkan kepada orang tua untuk mengajarkan anaknya sholat ketika usia 7 tahun, dan jika pada usia 10 tahun belum mengerjakan sholat, orang tua diperbolehkan untuk memukulnya. Ini menunjukkan bahwa mendidik sholat bukanlah hal yang mudah. Bahkan harus dimulai sejak usia dini, bukan baligh. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><img src="http://mtamim.files.wordpress.com/2007/09/kids.jpg?w=241&h=158" align="left" height="158" width="241" /><span class="gen"><span>Dalam ilmu pendidikan anak, seorang anak usia 0-5 tahun merupakan ‘peniru’ yang baik. Hendaknya orang tua peka dan menjadikan ini kesempatan untuk memberikan tauladan yang bisa ditiru oleh anak-anak mereka. Termasuk dalam masalah sholat. <span> </span>Rasulullah pun mencontohkan hal yang sama, dalam hadits dari Abu Qatadah disebutkan “Rasulullah sholat bersama kami sambil menggendong Umamah binti Zainab. Jika ia sujud, diletakkanya Umamah. Dan bila ia berdiri digendongnya”. Sungguh sebuah tauladan yang sempurna, bagaimana menanamkan positive feeling<span>  </span>tentang sholat pada anak di usia dini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Sehingga ketika anak berusia 7 tahun, orang tua tidak lagi sulit memerintahkan anaknya, karena memang sang anak sudah mendapatkan tauladan yang biasa ia lihat sehari-hari. Namun yang memprihatinkan sekarang, ternyata masih banyak orang tua yang tidak mengerti akan hal tersebut. Anak hanya diperlihatkan akan kesibukan orang tuanya, yang berangkat kerja sebelum subuh, dan pulang setelah isya. Lalu, kapan anak melihat orang tuanya sholat? <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><img src="http://a.wordpress.com/avatar/puspahanandhita-48.jpg" alt="wirianingsih" align="left" height="101" width="101" /><span class="gen"><span>Keluarga Wirianingsih nampaknya patut dijadikan contoh. Ibu dari sepuluh anak penghafal al-Qur’an ini juga menceritakan, masa-masa ketika pertama ia dan suami mendidik anak-anaknya untuk sholat berjama’ah. “ Langkah awalnya adalah memberikan tauladan” ujar wiwi, sapaan akrab wirrianingsih, “dan ini tak lepas dari peran bapaknya anak-anak”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Keberhasilan Wiwi dalam mendidik anak-anaknya memang sempat menjadi perhatian para ibu. Bagaimana tidak, anak-anak dari Istri Mutammimul Ula, anggota komisi II DPR dari fraksi PKS ini, senantiasa dekat dengan masjid. Bahkan ketika SC bersilaturahmi ke rumahnya -di komplk DPR Kali Bata-menjelang maghrib, anaknya yang sedang asyik bermain sepeda pun bergegas siap-siap untuk sholat maghrib berjamaah di masjid. “Alhamdulillah, mereka tidak sulit lagi disuruh. Kalo sedang main komputer siang-siang misalnya, kemudian terdengar adzan, dengan refleks mereka langsung mematikan komputer dan bergegas ke masjid” ujar aktivis Persatuan Muslimah ini. <span> </span>Maka tak heran jika anak-anaknya hafal siapa saja anggota DPR yang biasa sholat subuh di masjid dan yang tidak.<span></span><br />
Namun Wiwi mengelak<span>  </span>jika semua itu adalah<span>  </span>hasil dari jerih payahnya sendiri dalam mendidik anak. “Pendidikan anak adalah integrated orang tua” kata Wiwi. Dan hal ini ia pertegas lagi dalam kata pengantar yang ia tulis, di sebuah<span>  </span>buku bertema keluarga, disana ia menjelaskan bahwa struktur pendidikan rumah tangganya dibangun dari setting pendidikan sang suami. “Yang membentuk anak-anak, termasuk saya, adalah Bapaknya. Saya pelaksananya saja. Ibarat membangun bangunan, suami saya membuat kerangkanya, dan saya yang mengisinya” jelas Wiwi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Terlebih dalam mendidik anak untuk sholat berjama’ah di masjid. Wiwi mengaku suaminyalah yang paling berperan disini. “sholat di masjid itukan sunah yang utama bagi laki-laki, jadi Bapaknya yang lebih berperan. Saya hanya mengkondisikannya saja” kata wiwi .</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Hal tersebut juga diakui oleh Muatammimul Ula, sejak anak pertamanya sudah dibiasakan dibangunkan subuh hari. Dan ketika anak-anak sudah bisa disiplin dalam hal ‘ngompol’, ia selalu mengajaknya ke masjid. “Biasanya saya bangunkan, kalo susah saya <i>gendong</i> ke kamar mandi untuk di wudhukan, pokoknya bagaimana caranya agar mereka harus sholat di masjid” ujar pria yang akrab disapa Tamim ini. Wiwi pun demikian, ia perlu menyiapkan kokoh dan gamis baru agar anak-anaknya semangat bangun untuk sholat di masjid, ” Biasanya anak-anak senang kalo pake kokoh baru, atau pakai gamis. Suasananya jadi ada dan mereka jadi semangat ” kata Wiwi menjelaskan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Mendidik anak untuk istiqamah dalam sholat juga bukanlah hal yang mudah, hal ini terlihat dari bagaimana cerita Abu Bakar mendidik anaknya Abdullah. Begitupun bagi kedua pasangan ini. Tamim yang sibuk dengan pekerjaannya di bangku DPR, dan Wiwi yang sering mendapat undangan untuk mengisi acara di beberapa tempat ini, <span> </span>selalu berusaha untuk tetap mengkontrol aktifitas anaknya meskipun hanya melalui telepon.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen"><span>Orang tua memang mempunyai tugas yang berat dalam hal ini. Namun semuanya akan lebih mudah ketika orang tua sadar bahwa anak adalah titipan/ amanah dari Allah Swt. Sehingga sudah menjadi kewajiban orang tualah mendidik anak untuk mencintai Allah. Sebagaimana Alqur’an menyiratkan sebuah pesan kepada para orang tua, tentang bagaimana Ayah dambaan Alqur’an ini, Luqman, menasihati anaknya, </span></span><i><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">”Ya Bunayya laa tusyrik billah. Inna syirka ladzulmun ’adzhim.”</span></i><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span class="gen">&#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.&#8221; Kini, sudahkah hal demikian kita lakukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span class="gen">*</span>Azti, Pernah di muat di SC Megazine</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=71&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/ajaklah-anakmu-shalat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/azti-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mtamim.files.wordpress.com/2007/09/kids.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/puspahanandhita-48.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wirianingsih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalatlah Seperti Rerumputan</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/shalatlah-seperti-rerumputan/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/shalatlah-seperti-rerumputan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 03:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/shalatlah-seperti-rerumputan/</guid>
		<description><![CDATA[Shalatlah seperti Rumputan, begitulah pesan seorang sastrawan muslim, Ahmadun Yosi Herfanda, yang tertuang dalam puisinya “Sembahyang ku Sembahyang Rumputan”. Dalam kelelahan spiritualitasnya, ketika rakaat demi rakaatnya berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, seperti sia-sia; ia menghanyutkan diri dalam lautan tahajud. Mengantarkan dia pada permukaan untuk bertemu pada tuhan. Pertemuan yang begitu indah, hingga tangannya menuntun pena menuliskan bait [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span>Shalatlah seperti Rumputan, begitulah pesan seorang sastrawan muslim, Ahmadun Yosi Herfanda, yang tertuang dalam puisinya “Sembahyang ku Sembahyang Rumputan”. Dalam kelelahan spiritualitasnya, ketika rakaat demi rakaatnya berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, seperti sia-sia; ia menghanyutkan diri dalam lautan tahajud. Mengantarkan dia pada permukaan untuk bertemu pada tuhan. Pertemuan yang begitu indah, hingga tangannya menuntun pena menuliskan bait sajak..</span><span id="more-70"></span><br />
<i><b><span>Sembahyang ku sembahyang rumputan</span></b></i><img src="http://www.fnal.gov/pub/about/campus/ecology/images/nature.jpg" alt="ilalang" align="right" height="202" width="202" /></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Sembahyang penyerahan jiwa dan badan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Yang rindu berbaring di pangkuan tuhan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span> </span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Sembahyang ku sembahyang rumputan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Sembahyang penyerahan habis-habisan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span> </span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Walau kau tebang aku</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Akan tumbuh sebagai rumput baru</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Walau kau bakar daun-daun ku</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Akan bersemi melebih dulu</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span> </span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Aku rumputan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Tak pernah lupa sembahyang</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span><span>            </span>: Sesungguhnya shalatku dan ibadahku</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span><span>            </span><span>  </span>Hidupku dan matiku hanyalah</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><b><i><span><span>            </span><span>  </span>Bagi Allah, tuhan sekalian alam</span></i><i><span></span></i></b></p>
<p class="MsoNormal"><span> Begitulah rumputan, yang memberikan simbol kerendahan-hatian, kebersahajaan, kefanaa, dan ketakberartian<span>  </span>umat manusia di hadapan Sang Pencipta. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Rerumputan juga menyimbolkan keteguhan dan semangat yang tak pernah padam.Coba saja rerumputan itu di bakar atau di tebang, maka ia akan tumbuh kembali dengan rerumputan baru yang hijau dan segar..<br />
Gerakan rerumputan yang tunduk tertiup angin, menggambarkan semangat berjamaah dalam tunduk kepada-Nya..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><i><b>Kini, sudahkah kita bisa seperti rerumputan itu ?</b></i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span>(di olah dari berbagai sumber)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=70&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/shalatlah-seperti-rerumputan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/azti-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.fnal.gov/pub/about/campus/ecology/images/nature.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Bertahajud Sesuai Porsinya</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/27/kiat-bertahajud-sesuai-porsinya/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/27/kiat-bertahajud-sesuai-porsinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 23:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/27/kiat-bertahajud-sesuai-porsinya/</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel terdahulu, sudah kita simak dua ujung ekstrem (yaitu antara “kurang” dan “berlebihan”) dalam menyambut panggilan Allah di malam hari. Lalu, bagaimana agar kita tidak terjebak di antara dua ujung tersebut? Dengan kata lain, bagaimana menyambut panggilan Allah dengan bertahajud sesuai porsinya?
Saran kami:

Bertahajudlah kapan pun, termasuk ketika perasaan kita lapang atau pun ketika sibuk.
Bertahajudlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada artikel terdahulu, sudah kita simak dua ujung ekstrem (yaitu antara “<a href="http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/13/kebiasaan-tahajud-yang-kurang-semangat">kurang</a>” dan “<a href="http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/20/kebiasaan-tahajud-yang-terlalu-semangat">berlebihan</a>”) dalam menyambut panggilan Allah di malam hari. Lalu, bagaimana agar kita tidak terjebak di antara dua ujung tersebut? Dengan kata lain, bagaimana menyambut panggilan Allah dengan bertahajud sesuai porsinya?</p>
<p><span id="more-69"></span>Saran kami:</p>
<ul>
<li>Bertahajudlah kapan pun, termasuk ketika perasaan kita lapang atau pun ketika sibuk.</li>
<li>Bertahajudlah kapan pun, entah ingin dianggap “alim” atau pun dinilai “pamer”.</li>
<li>Supaya tidak mengantuk saat tahajud, tidurlah lebih awal di malam hari atau tidur secukupnya di siang hari.</li>
<li>Supaya badan tidak terasa lemah saat tahajud, jagalah senantiasa kesehatan dan cukupilah kebutuhan gizi tubuh Anda.</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=69&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/27/kiat-bertahajud-sesuai-porsinya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Tahajud yang Terlalu Semangat</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/20/kebiasaan-tahajud-yang-terlalu-semangat/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/20/kebiasaan-tahajud-yang-terlalu-semangat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 23:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/20/kebiasaan-tahajud-yang-terlalu-semangat/</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel yang lalu, sudah kita kenali tanda-tanda tahajud yang “kurang merasa terpanggil oleh Tuhan”. Bagaimana dengan tahajud yang “terlalu merasa terpanggil oleh Tuhan”? Ada jugakah?
Ya. Pasukan iblis sangat lihai mengecoh kita dalam beribadah. Bila mereka gagal membuat tahajud kita kurang (“kurang merasa terpanggil oleh Tuhan”), mereka mungkin saja berusaha menjadikan tahajud kita berlebihan (“terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada artikel yang lalu, sudah kita kenali tanda-tanda tahajud yang “<a href="http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/13/kebiasaan-tahajud-yang-kurang-semangat">kurang merasa terpanggil oleh Tuhan</a>”. Bagaimana dengan tahajud yang “terlalu merasa terpanggil oleh Tuhan”? Ada jugakah?</p>
<p>Ya. Pasukan iblis sangat lihai mengecoh kita dalam beribadah. Bila mereka gagal membuat tahajud kita kurang (“kurang merasa terpanggil oleh Tuhan”), mereka mungkin saja berusaha menjadikan tahajud kita berlebihan (“terlalu merasa terpanggil oleh Tuhan”).</p>
<p><span id="more-68"></span>Lantas, bagaimana kita tahu bahwa tahajud yang kita lakukan berlebihan (“terlalu merasa terpanggil oleh Tuhan”)? Berikut ini beberapa tandanya:</p>
<ul>
<li>Tetap bertahajud walau sangat mengantuk. Padahal, Nabi saw. bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian mengantuk dalam shalatnya, maka hendaklah ia tidur lebih dahulu sampai menyadari [segala] yang dia ucapkan.” (HR Bukhari No. 210 dari Anas bin Malik r.a.)</li>
<li>Bertahajud dengan selalu berdiri walaupun melemahkan badan. Padahal, “Terkadang nabi saw shalat malam dengan berdiri cukup lama, tetapi terkadang dengan duduk yang cukup lama. Bila beliau membaca ayat-ayat Al Qur’an dengan berdiri, beliau melakukan rukuk juga dengan berdiri. Bila beliau membaca ayat-ayat Al Qur’an dengan duduk, beliau melakukan rukuk juga dengan duduk.” (HR Muslim dan Abu Dawud)</li>
<li>Menghabiskan waktu bangun malam untuk shalat saja walaupun ada kepentingan lain yang lebih mendesak, misalnya mempelajari bahan-bahan ujian esok pagi. Padahal, sebagaimana pandangan Ibnu Qayyim, “Ibadah yang paling utama adalah melakukan sesuatu untuk memperoleh ridha Allah di setiap waktu dengan memerhatikan keperluan yang mendesak pada waktu itu.”</li>
<li>Bertahajud sepanjang malam lantaran merasa cemas kalau-kalau kurang dalam memenuhi panggilan Allah, tanpa memperhitungkan hak-hak tubuhnya dan hak-hak orang lain. Padahal, Nabi saw. bersabda, “Demi Allah! Akulah orang yang paling takut dan paling takwa kepada Allah di antara kalian. Namun, aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, juga mengawini wanita-wanita. Barangsiapa membenci sunahku bukanlah termasuk golonganku.” (HR Bukhari dll. dari Anas bin Malik r.a.)</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=68&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/20/kebiasaan-tahajud-yang-terlalu-semangat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Tahajud yang Kurang Semangat</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/13/kebiasaan-tahajud-yang-kurang-semangat/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/13/kebiasaan-tahajud-yang-kurang-semangat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 23:15:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/13/kebiasaan-tahajud-yang-kurang-semangat/</guid>
		<description><![CDATA[Selain dalam hal porsi waktu, mungkinkah kita “kurang merasa terpanggil oleh Tuhan” ketika melakukan tahajud? Ya. Bisa saja itu terjadi.
Berikut ini beberapa ciri kebiasaan tahajud yang “kurang merasa terpanggil oleh Tuhan”:

Rajin bertahajud hanya ketika membutuhkan pertolongan Allah, misalnya sewaktu hendak mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru, melamar pekerjaan, manawarkan proposal proyek, dan lain-lain. Dalam hal-hal seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selain dalam hal <a href="http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/06/sambutlah-panggilan-allah-sesuai-porsinya/">porsi waktu</a>, mungkinkah kita “kurang merasa terpanggil oleh Tuhan” ketika melakukan tahajud? Ya. Bisa saja itu terjadi.</p>
<p><span id="more-67"></span>Berikut ini beberapa ciri kebiasaan tahajud yang “kurang merasa terpanggil oleh Tuhan”:</p>
<ul>
<li>Rajin bertahajud hanya ketika membutuhkan pertolongan Allah, misalnya sewaktu hendak mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru, melamar pekerjaan, manawarkan proposal proyek, dan lain-lain. Dalam hal-hal seperti ini, kita kurang merasa terpanggil oleh Tuhan, tetapi lebih terpanggil oleh kebutuhan diri.</li>
<li>Bertahajud hanya ingin dianggap baik oleh orang lain. Dalam hal ini, kita kurang merasa terpanggil oleh Tuhan, tetapi lebih terpanggil oleh pujian dari orang lain.</li>
<li>Bertahajud hanya ketika terbangun oleh nyaringnya suara muadzin yang mengajak kita mendirikan shalat malam. Dalam hal ini, kita kurang merasa terpanggil oleh Tuhan, tetapi terpanggil oleh nyaringnya suara muadzin.</li>
<li>Bertahajud hanya ketika bingung, tak tahu harus melakukan apa, dan sulit memejamkan mata di tengah malam. Atau sholat tahajud sebagai pengisi waktu sebelum menyaksikan siaran langsung pertandingan sepakbola di televisi. Dalam hal ini, kita kurang merasa terpanggil oleh Tuhan, tetapi lebih terpanggil oleh waktu luang.</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=67&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/13/kebiasaan-tahajud-yang-kurang-semangat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sambutlah Panggilan Allah Sesuai Porsinya</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/06/sambutlah-panggilan-allah-sesuai-porsinya/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/06/sambutlah-panggilan-allah-sesuai-porsinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2008 23:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/06/sambutlah-panggilan-allah-sesuai-porsinya/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah saw bersabda: “Tuhan kita kagum kepada dua [macam] orang, [yang pertama] yaitu seseorang yang bangun dari tempat tidurnya dan selimutnya, di antara para keluarga dan kekasihnya, untuk menghidupkan malam (Qiyamul Lail), kemudian Allah SWT berfirman: “Wahai MalaikatKu, lihatlah hambaKu yang bangun dari tempat tidurnya dan selimutnya di antara kekasihnya dan keluarganya untuk menghidupkan malam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Rasulullah saw bersabda: “Tuhan kita kagum kepada dua [macam] orang, [yang pertama] yaitu seseorang yang <b>bangun dari tempat tidurnya dan selimutnya</b>, di antara para keluarga dan kekasihnya, <b>untuk menghidupkan malam</b> (Qiyamul Lail), kemudian Allah SWT berfirman: “<i>Wahai MalaikatKu, lihatlah hambaKu yang bangun dari tempat tidurnya dan selimutnya di antara kekasihnya dan keluarganya untuk menghidupkan malam, karena mengharap sesuatu (pahala) dari sisiKu dan belas kasih dariKu &#8230;</i>” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Ya’la dan ath-Thabrani. Ibnu Hibban juga meriwayatkannya dalam kitab shahihnya dari Ibnu Mas’ud. Al-Albani menganggapnya hasan dalam kitab <i>Shahih at-Targhib wa at-Tarhib</i> (I: 258)).</p>
<p>Aktivitas “bangun dari tempat tidurnya dan selimutnya &#8230; untuk menghidupkan malam” itu menunjukkan adanya “rasa terpanggil oleh Tuhan”. Sebab, Allah memang sudah memanggil kita, “<i>Hai orang yang berselimut. Bangunlah &#8230;</i>” (QS. Al-Muzammil ayat 1-2)</p>
<p>Sedangkan “sesuatu (pahala) dari sisiKu dan belas kasih dariKu” menunjukkan hasil dari tahajud, yang meliputi kekayaan dan kebahagiaan. Jadi, hadits tersebut mengisyaratkan bahwa tahajud yang menumbuh-kembangkan rasa terpanggil ini dapat menghasilkan kekayaan dan kebahagiaan.</p>
<p><span id="more-66"></span>Bahkan, lebih dari “sekadar” kekayaan dan kebahagiaan, kita pun bisa meraih “tempat yang terpuji” dengan tahajud. Allah SWT berfirman: “<i>Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.</i>” (Q.S. al-Isra’ ayat 79)</p>
<p>Untuk mencapai tempat yang terpuji dan meraih kekayaan dan kebahagiaan itu, Allah SWT memberi kita pedoman:</p>
<p>“<i>Hai orang yang berselimut. Bangunlah [untuk bertahajud] di malam hari, kecuali sedikit [daripadanya]. <b>[Yaitu] seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih [sedikit] dari seperdua itu.</b> &#8230;</i>” (QS. Al-Muzammil [73]: 1-4).</p>
<p>Angka yang sedikit lebih kecil daripada seperdua adalah sepertiga. Angka yang sedikit lebih besar daripada seperdua adalah duapertiga. Jadi, porsi waktu yang dianjurkan untuk tahajud adalah antara sepertiga dan duapertiga malam.</p>
<p>Kalau porsi tahajud kita kurang dari sepertiga malam, dikhawatirkan kita “kurang merasa terpanggil”. Andaikan porsi tahajud kita lebih dari duapertiga malam, dikhawatirkan kita “terlalu merasa terpanggil”. Jadi, lebih baik yang “sedang-sedang saja”, yaitu yang sesuai porsinya (antara sepertiga dan duapertiga malam).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=66&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/01/06/sambutlah-panggilan-allah-sesuai-porsinya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pangkal Sukses dan Bahagia</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/22/pangkal-sukses-dan-bahagia/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/22/pangkal-sukses-dan-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 22:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/22/pangkal-sukses-dan-bahagia/</guid>
		<description><![CDATA[Subuh baru menjelang. Sebuah waktu yang biasanya masih menghanyutkan sebagian besar kita di alam mimpi atau bahkan melelapkan. Namun, sejak kemarin tak lagi demikian. Sebagian besar kita telah memulai aktivitas sejak dini hari. Ada yang khusyuk tertunduk berdzikir di atas sajadah, ada yang perlahan-lahan mengaji Alquran, ada yang penuh perhatian membangunkan anak-anaknya dan menemani mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Subuh baru menjelang. Sebuah waktu yang biasanya masih menghanyutkan sebagian besar kita di alam mimpi atau bahkan melelapkan. Namun, sejak kemarin tak lagi demikian. Sebagian besar kita telah memulai aktivitas sejak dini hari. Ada yang khusyuk tertunduk berdzikir di atas sajadah, ada yang perlahan-lahan mengaji Alquran, ada yang penuh perhatian membangunkan anak-anaknya dan menemani mereka terkantuk-kantuk bersahur.</p>
<p><span id="more-62"></span>Begitu dini kegiatan sehari-hari dimulai. Bahkan, sebelum muazin mengumandangkan seruannya &#8220;Ayo shalat!&#8221; dan &#8220;Ayo raih sukses&#8221; lewat azan di masjid. Subuh pun berlalu. Timur secara berangsur membuka cahayanya untuk membuat gradasi gelap-terang bergulir mengikuti waktu. Bayangan pohon-pohon dan rumah dalam temaram dan kesenyapan pagi itu membentuk siluet berlatar langit yang memerah hingga menjadi seperti lukisan natural. Sisa lampu luar yang belum dimatikan dan satu dua kicau burung liar yang terdengar menjadi aksen menyegarkan. Sebuah suasana sempurna buat merancang untuk apa hari akan diisi.</p>
<p>&#8220;Pagi itu indah.&#8221; Saya pernah menulis artikel berjudul itu di majalah psikologi populer <em>Anda</em> tahun 1982. Pagi kemarin memberi keindahan serupa. Tentu begitu pula pagi-pagi berikutnya.</p>
<p>Bumi tak berhenti berputar hingga matahari tampak meninggi. Aktivitas pun berjalan seperti umumnya kegiatan sehari-hari. Bisa sama saja dibanding hari-hari biasa. Cuma satu hal yang tentu saja berbeda. Yakni, bahwa hari itu berpuasa. Tidak makan, tidak minum, juga tak melakukan apa pun yang tak dibolehkan selama berpuasa. Kita dituntut untuk mengendalikan diri. Sebuah tuntutan yang masuk akal karena, seperti diajarkan Nabi, hawa nafsulah musuh utama diri sendiri.</p>
<p>Hari terus berjalan hingga tanpa terasa kembali menuju petang. Sebuah saat yang menjadikan tegukan pertama minum dan suapan pertama makanan terasa terlezat dibanding waktu-waktu lainnya. Sebagian besar kita pun mengakhiri kesibukan bekerja untuk meluangkan waktu lebih banyak buat bertadarus mengaji, shalat, atau mengikuti majelis-majelis ilmu. Sebagian besar kita menjadi lebih banyak berdialog dan bersandar pada Ilahi, hal yang di hari-hari biasa cukup sering terlupakan. Kita umumnya merasa lebih tenang, tak banyak meninggikan suara, bahkan seperti lebih bersabar dalam berhadapan dengan segala keadaan. Begitulah hari-hari berpuasa.</p>
<p>Kita semua mendambakan sukses dan bahagia. Bukan hanya di akhirat kelak, melainkan juga di dunia yang sekarang nyata. Jika terus menjalani hari-hari sebagaimana hari-hari saat berpuasa sekarang, apa yang dapat menghalangi kita untuk sukses dan bahagia? Kita memperoleh enerji dinihari yang dijanjikan Tuhan dalam Alquran akan mengantarkan pada <em>maqam al-mahmuda</em> atau &#8220;jenjang yang mulia&#8221;. Kita akan dibimbing langsung oleh Ilahi tanpa perantara siapa pun &#8211;tidak oleh ustadz, bahkan oleh wali maupun Nabi&#8211; setelah melalui persapaan ruhani dalam bertahajud maupun Subuh berjamaah di masjid. Bimbingan apa yang dapat bersanding dengan bimbingan langsung dari Ilahi?</p>
<p>Keterhubungan kuat gelombang kita dengan Ilahi itu terus terjaga lewat pengendalian diri. Kita tak merusak gelombang itu dengan berbuat maksiat ketika meninggalkan mubazir dan sia-sia pun kita berani. Kita tak tergoda korupsi karena bersama Ilahi kita sama sekali tak khawatir terhadap masa depan kehidupan diri. Kita akan lebih sedikit berbuat salah dan keliru karena pikiran lebih jernih dan tak terkontaminasi oleh apa pun. Kita akan banyak menuai kebaikan orang lain karena benih kebaikan yang kita tebarkan pada sesama juga lebih banyak. Kita hampir selalu bisa meraih cita-cita dan keinginan baik karena kita adalah pribadi yang lebih sabar (lebih hati-hati dan tak kenal lelah) untuk berusaha meraih cita-cita dan keinginan baik itu. Dengan itu semua, apa yang dapat menghalangi kita untuk sukses dan bahagia?</p>
<p>Maka, semestinya kita jadikan puasa sekarang sebagai momentum untuk menjadikan diri sebagai pribadi baru yang lebih sukses dan bahagia. Dengan begitu secara bersama kita dapat menjadikan bangsa ini sebagai bangsa baru yang lebih sukses dan bahagia pula.</p>
<p>(Zaim Uchrowi )<br />
<em>source: <a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=306904&amp;kat_id=19">http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=306904&amp;kat_id=19</a> </em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=62&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/22/pangkal-sukses-dan-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haruskah makmum membaca Al-Fatihah?</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/18/haruskah-makmum-membaca-al-fatihah/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/18/haruskah-makmum-membaca-al-fatihah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 21:46:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>

		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>

		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/18/haruskah-makmum-membaca-al-fatihah/</guid>
		<description><![CDATA[Bolehkah Kita Tidak Membaca Surat Al-fatiha Pada Sholat Berjama‘ah
Assalamualaikum.wr.wb Pak ustadz yang saya hormati saya mau bertanya tentang kewajiban kita memabca surat Al-fatiha dalam sholat berjama‘a, karena saya pernah membaca bahwasanya kalo di bacakan ayat-ayat Al Qur‘an kita harus diam dan menyimak.ini saya kaitkan dng sholat berjama‘a dimana ketika imam selesai membaca surat Al-fatiha langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><font color="#000099">Bolehkah Kita Tidak Membaca Surat Al-fatiha Pada Sholat Berjama‘ah</p>
<p></font></strong><font size="3">Assalamualaikum.wr.wb Pak ustadz yang saya hormati saya mau bertanya tentang kewajiban kita memabca surat Al-fatiha dalam sholat berjama‘a, karena saya pernah membaca bahwasanya kalo di bacakan ayat-ayat Al Qur‘an kita harus diam dan menyimak.ini saya kaitkan dng sholat berjama‘a dimana ketika imam selesai membaca surat Al-fatiha langsung di lanjutkan dng ayat-ayat Al Qur‘an yang lain, biasanya saya di sela-sela saat kalo imam berhenti sebentar saya baca surat Al-fatiha tetapi biasanya kalo imam langsung membaca ayat-ayat ALQur‘an yang lain biasanya konsentrasi saya jadi buyar dan malah sering salah-salah dalam membacanya yang akan saya tanyakan apakah kewajiban membaca surat Al-fatiha dalam sholat berjama‘a bagi ma‘mum tetep di wajibkan kalo enggak gimana dengan syarat syah nya sholat, kan harus membaca surat Al-fatiha? Demikianlah pertanyaan dari saya atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih .</p>
<p><span id="more-61"></span>2002-09-24 11:12:00<br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Para ulama sejak awal memang berikhtilaf dalam menentukan apakah makmum di belakang imam harus membac al-fatihah sendiri atau tidak?</p>
<p>Secara umum, ada 4 pandapat yang mengemuka:</p>
<p>1. Pendapat Pertama. Menurut mazhab ini, makmum membaca bersama imam pada bagian dimana imam membaca secara sirr (tidak bersuara) dan tidak tidak membaca bersama imam pada bacaan yang jarh (bersuara). Ini adalah pendapat imam Malik ra.</p>
<p>2. Pendapat kedua. Menurut pendapat ini makmum sama sekali tidak membaca bersama imam sama sekali. Ini adalah pendapat imam Abu Hanifah ra.</p>
<p>3. Pendapat Ketiga Menurut pendapat ini, makmum membaca bersama imam pada bagian yang sirr (tidak bersuara) yaitu Al-fatihah dan lainnya dan juga tetap membaca bersama imam pada bagian yang jahr (bersuara). Ini adalah pendapat Imam Asy-Syafi‘i ra.</p>
<p>4. Pendapat Keempat Menurut pendapat ini, makmum melakukan seperti pendapat ketiga hanya saja dibedakan antara apakah makmum mendengar suara imam atau tidak. Bila mendengar, maka makmum tidak membaca bersama imam. Sedangkan bila tidak mendengar, maka makmum harus membaca bersama imam. Ini adalah pendapat imam Ahmad bin Hanbal ra.</p>
<p>Sebab perpedaan pendapat: Ada beberapa hadits yang memberikan pengertian berbeda-beda ketika ditarik kesimpulannya oleh para imam mazhab itu, karena wajar bila mereka pun berbeda pandangan dalam menghukumi makmum di belakang imam.</p>
<p>A. Hadits Ubadah bin As-shamit ra.:&#8221;<strong>Tidak ada shalat kecuali dengan membaca fatihatul kitab</strong>&#8220;. Muttafaq alaih</p>
<p>B. Hadits Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW beranjak dari shalat jahr dan berkata,&#8221;Adakah ada diantara kaliam yang membaca bersama saya tadi?&#8221;, Seseorang menjawab, &#8220;Ya, saya ya Rasulullah&#8221;. Maka Rasulullah SAW bersabda,&#8221;Inni Aqulu maa lii unaaza‘ul quran&#8221;. Maka orang-orangpun <strong>berhenti dari membaca bersama imam pada bagian bacaan yang jahr (bersuara)</strong>. HR. Abu Daud, at-Turmizy, an-Nasai, al-Baihaqi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban, Malik dan Al-Humaidi</p>
<p>C. Dari Hadits Ubadah ibn As-Shamit bahwa Rasulullah SAW bersabda,&#8221;Sungguh aku melihat kalian membaca dibelakang imam&#8221;. Kami menjawab,&#8221;Benar ya Rasulullah&#8221;. Beliau bersabda,&#8221;<strong>Jangan lakukan kecuali pada bacaan ummul quran (al-fatihah)</strong>&#8220;. HR. Abu Daud, at-Turmizy, Ahmad, Ibnul Jarud, Ad-Daruqutuny, al-hakim dan al-Baihaqi.</p>
<p>D. Hadits Jabir ra. Dari Nabi SAW bersabda,&#8221;<strong>Barangsiapa shalat bersama imam, maka bacaannya adalah apa yang dibaca imam</strong>&#8220;. HR. Ibnu Majah, At-tahawi, Ad-Daruqutuny dan lain-lain</p>
<p>Wallahu a‘lam bis-shawab.</p>
<p>Pusat Konsultasi Syariah</p>
<p></font><font size="3" face="Times New Roman">www.syariahonline.com/konsultasi/indexf469.html?act=view&amp;id=1144</p>
<p></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=61&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/18/haruskah-makmum-membaca-al-fatihah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Buletin Saat Khutbah</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/13/membaca-buletin-saat-khutbah/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/13/membaca-buletin-saat-khutbah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 22:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/13/membaca-buletin-saat-khutbah/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum wr wb. Mendengarkan khutbah Jum&#8217;at hukumnya wajib. &#8230; Tapi, dalam praktik di depan pintu masjid selalu disediakan buletin yang mengundang kita membacanya.
Bagaimana hukumnya? Kemudian ada jamaah yang terlambat datang ke masjid yakni ia tiba setelah azan berkumandang. Ia ingin shalat sunnah yang mana yang ia boleh lakukan, tahiyatul masjid atau qobliyah Jum&#8217;at, bagaimana hukumnya? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="2" face="Arial">Assalamualaikum wr wb. Mendengarkan khutbah Jum&#8217;at hukumnya wajib. &#8230; Tapi, dalam praktik di depan pintu masjid selalu disediakan buletin yang mengundang kita membacanya.</p>
<p>Bagaimana hukumnya? Kemudian ada jamaah yang terlambat datang ke masjid yakni ia tiba setelah azan berkumandang. Ia ingin shalat sunnah yang mana yang ia boleh lakukan, <em>tahiyatul masjid</em> atau <em>qobliyah Jum&#8217;at</em>, bagaimana hukumnya? Terima kasih.<br />
Wassalam</p>
<p></font><font size="2" face="Arial"><span id="more-60"></span>Maman Permana, Jakarta</p>
<p>Imam Syafi&#8217;i berpendapat bahwa sunnah bagi seseorang melaksanakan shalat <em>tahiyatul masjid</em> secara singkat walau khatib sedang berkhutbah. Ini berdasar riwayat yang menyatakan bahwa satu ketika Nabi saw sedang berkhutbah, lalu beliau melihat seseorang masuk ke mesjid dan beliau memerintahkannya untuk melaksanakan shalat <em>tahiyatul Masjid</em> dua rakaat. (H.R. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Adapun selain <em>tahiyatul masjid</em>, maka tidak dibenarkan. Mazhab Malik dan Abuhanifah tidak membenarkan seseorang melakukan shalat apapun atau berbicara jika khatib telah berkhutbah. Semua hendaknya mendengar dengan tekun uraian khatib.</p>
<p>Mazbah Hambali membolehkan seseorang berbicara yang bermanfaat bila khatib telah menyelesaikan rukun-rukun khutbah, misalnya dia telah mulai berdoa. Mereka juga membenarkan yang tidak mendengar khutbah untuk membaca al-Qur&#8217;an atau ilmu yang bermanfaat. Demikian. <em>Wa Allah A&#8217;lam</em>.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>kutipan dari <a href="http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&amp;id=109685&amp;kat_id=105&amp;kat_id1=147&amp;kat_id2=184">http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&amp;id=109685&amp;kat_id=105&amp;kat_id1=147&amp;kat_id2=184</a> </p>
<p></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=60&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/13/membaca-buletin-saat-khutbah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salat SMART go international</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/03/salat-smart-go-international/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/03/salat-smart-go-international/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 20:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/03/salat-smart-go-international/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Alhamdulillah, ketika aku beristirahat dari dunia ngeblog, aku mendapat kabar gembira:
Sebentar lagi, buku Pelatihan Salat SMART go international.
&#160;
Pada akhir bulan yang lalu, penerbit mengabarkan bahwa buku tersebut akan diterbitkan juga di Malaysia. Nama penulisnya akan diubah sedikit dari “Shodiq” menjadi “Shidiq”. Nggak apa-apalah. Apalah artinya nama bila dibandingkan dengan penyebarluasan buku kita?
&#160;
Perubahan nama itu alasannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p style="margin-bottom:0;">Alhamdulillah, ketika aku beristirahat dari dunia ngeblog, aku mendapat kabar gembira:</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sebentar lagi, buku <a href="http://salatsmart.wordpress.com/testimoni/"><strong>Pelatihan Salat SMART</strong></a> <em>go international</em>.</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span id="more-59"></span>Pada akhir bulan yang lalu, penerbit mengabarkan bahwa buku tersebut akan diterbitkan juga di Malaysia. Nama penulisnya akan diubah sedikit dari “Shodiq” menjadi “Shidiq”. Nggak apa-apalah. Apalah artinya nama bila dibandingkan dengan penyebarluasan buku kita?</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Perubahan nama itu alasannya apa, aku nggak tahu. Aku juga nggak ngerti kenapa penerbit dari Malaysia tertarik menerbitkan buku itu. Tapi apa pun alasannya, kita bersyukur bahwa konsep Salat SMART akan tersebar lebih luas. Begitu, bukan?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=59&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/09/03/salat-smart-go-international/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sholat Jama’ Bukan Karena Musafir</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/06/12/sholat-jama%e2%80%99-bukan-karena-musafir/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/06/12/sholat-jama%e2%80%99-bukan-karena-musafir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 00:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/06/12/sholat-jama%e2%80%99-bukan-karena-musafir/</guid>
		<description><![CDATA[ http://thetrueideas.multiply.com/journal/item/651
Ya, selama ini mungkin kita hanya mengkaitkan sholat jama’ dengan status kita musafir atau bukan. Ternyata, sebenarnya tidak hanya demikian, karena sholat yang dijama’ (digabungkan waktunya) dapat dilakukan walaupun status kita mukim alias tidak sedang mengadakan perjalanan ke tempat lain.
Setidaknya ada dua keadaan lainnya yang membolehkan demikian: karena hujan dan karena ada keperluan. Dalam hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:times,times new roman,serif;"> <a href="http://thetrueideas.multiply.com/journal/item/651">http://thetrueideas.multiply.com/journal/item/651</a></span></p>
<p><span style="font-family:times,times new roman,serif;">Ya, selama ini mungkin kita hanya mengkaitkan sholat jama’ dengan status kita musafir atau bukan. Ternyata, sebenarnya tidak hanya demikian, karena sholat yang dijama’ (digabungkan waktunya) dapat dilakukan walaupun status kita mukim alias tidak sedang mengadakan perjalanan ke tempat lain.<br />
</span><span style="font-family:times,times new roman,serif;"></span><font size="3"><span><span id="more-58"></span>Setidaknya ada dua keadaan lainnya yang membolehkan demikian: <strong>karena hujan</strong> dan <strong>karena ada keperluan</strong>. Dalam hal hujan lebat, maka diperbolehkan kita menjama’ sholat, begitupun dengan kondisi yang terakhir.<br />
</span></font><font size="3"><span>Dalam kitab <strong>Fikih Sunnah</strong>, <strong>Syaikh Sayyid Sabiq</strong> telah membahas hal ini dalam <strong>Bab Menjama’ Sebab Ada Keperluan</strong>, menjelaskan bahwa didalam syarah Muslim, Imam An Nawawi berkata: Beberapa imam membolehkan jama’ bagi orang yang tidak musafir, bila ia ada suatu kepentingan, <strong>asal saja hal itu tidak dijadikannya sebagai kebiasaan</strong>.” Ini juga merupakan pendapat Ibnu Sirin dan Asy-hab dari golongan Maliki, golongan Syafi’i dan dari jamaah ahli hadits lainnya.<br />
</span></font><font size="3"><span>Hal ini dikuatkan oleh lahirnya ucapan Ibnu Abbas bahwa jama’ itu dimaksudkan agar tidak menyukarkan ummat, jadi tidak dijelaskan apakah karena sakit atau oleh sebab-sebab yang lainnya.<br />
</span></font><font size="3"><span>Hadits dari Ibnu Abbas yang dimaksudkan dalam riwayat Muslim itu adalah:<br />
</span></font><font size="3"><span>Artinya: ”<em>Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menjama’ sholat Dhuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya’ di Madinah</em>, <strong>bukan karena dalam ketakutan atau hujan</strong>.” Lalu ditanyakan orang kepada Ibnu Abbas:”<em>Kenapa Nabi shallallahu alaihi wasallam berbuat itu</em>?” Ujarnya:”<em>Maksudnya ialah agar beliau tidak menyukarkan ummatnya</em>.”<br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><span><font size="3"><span style="font-family:times,times new roman,serif;">Wallahu ta’ala a’lam</span></font></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=58&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/06/12/sholat-jama%e2%80%99-bukan-karena-musafir/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sujudku&#8230; (puisi Salbiah Sirat)</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/28/sujudku-puisi-salbiah-sirat/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/28/sujudku-puisi-salbiah-sirat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 11:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/28/sujudku-puisi-salbiah-sirat/</guid>
		<description><![CDATA[sujudku hanya padaMu Ya Allah
berlindung dari segala keburukan dunia akhirat dan di jauhkan dari azab neraka
juga dekatkan segala kebaikan dunia dan akhirat yang dapat dihisabkan ke JannahMu
 
Ya Allah..
berikan aku kekuatan dan kesabaran untuk aku terus meniti hari hari kesempatanMu
selagi aku masih bernafas dan bisa mengucapkan semua kalimat kalimatMu
aku tidak berdaya melawan segala ujianMu 
dan aku tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><em>sujudku hanya padaMu Ya Allah</em></p>
<p align="center"><em>berlindung dari segala keburukan dunia akhirat dan di jauhkan dari azab neraka</em></p>
<p align="center"><em>juga dekatkan segala kebaikan dunia dan akhirat yang dapat dihisabkan ke JannahMu</em></p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"><span id="more-57"></span>Ya Allah..</p>
<p align="center"><em>berikan aku kekuatan dan kesabaran untuk aku terus meniti hari hari kesempatanMu</em></p>
<p align="center"><em>selagi aku masih bernafas dan bisa mengucapkan semua kalimat kalimatMu</em></p>
<p align="center"><em>aku tidak berdaya melawan segala ujianMu </em></p>
<p align="center"><em>dan aku tidak sanggup melawan segala kesedihanku atas segala kekhilafanku padaMu Ya Allah</em></p>
<p align="center"><em>aku tidak berdaya berhadapan kemungkinan jika Engkau memberi kekuatan dan mengampuni</em></p>
<p align="center"><em>segala dosa dosaku</em></p>
<p align="center"><em>dan aku tidak berdaya menahan sedihku jika dimasukkan kedalam AzhabMu</em></p>
<p align="center"><em>Ampunkanlah segala dosa dosa kedua ibu bapaku</em></p>
<p align="center"><em>dan orang yang  ku sayangi dan cintai</em></p>
<p align="center"><em>juga saudara saudaraku</em></p>
<p align="center"><em>dan sahabat sahabatku</em></p>
<p align="center"><em>biarlah kami bersama sama bergandingan masuk ke JannahMu Ya Allah</em></p>
<p align="center"><em>sesungguhnya kami tidak layak ke SurgaMu</em></p>
<p align="center"><em>dan kami tidak sanggup juga ke nerakaMu</em></p>
<p align="center"><em>berkati dan rahmatilah kami Ya Allah.</em></p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"><em>Ya Allah! berikan segala kemudahan untuk aku bernafas</em></p>
<p align="center"><em>limpahkan segala rezeki dan berikan aku kekuatan untuk meneruskan kehidupan ini dengan </em></p>
<p align="center"><em>penuh kesabaran Ya Allah</em></p>
<p align="center"><em>Sesungguhnya tiada lain tempatku meminta hanya padaMu</em></p>
<p align="center"><em>dan Sesungguhnya hidup dan matiku hanya untukMu</em></p>
<p align="center"><em>amin amin amin ya Rabbal alamin</em></p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"><em>salbiah sirat</em></p>
<p align="center"><a href="http://sarqina.multiply.com/journal/item/1148">http://sarqina.multiply.com/journal/item/1148</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=57&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/28/sujudku-puisi-salbiah-sirat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nabi lupa menunaikan salat dan melakukan qadha</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/09/nabi-lupa-menunaikan-salat-dan-melakukan-qadha/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/09/nabi-lupa-menunaikan-salat-dan-melakukan-qadha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2007 04:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/09/nabi-lupa-menunaikan-salat-dan-melakukan-qadha/</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam tulisan [salinan dari blog tetangga] ini akan ditemukan bagaimana Nabi lupa menunaikan salat dan kemudian melakukan qadha atas salat yang telah berlalu itu. [Qadha = menunaikan setelah waktunya berlalu.]
Permasalahannya menjadi tidak sederhana ketika hanya melihat permasalahan ini dari satu sisi dan itu adalah kelupaan Nabi. Namun, ketika masalah ini terkait dengan salat dan banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Dalam tulisan [salinan dari <a href="http://infosyiah.wordpress.com/">blog tetangga</a>] ini akan ditemukan bagaimana <a href="http://infosyiah.wordpress.com/2007/05/08/nabi-lupa-menunaikan-salat-dan-melakukan-qadha/">Nabi lupa menunaikan salat dan kemudian melakukan qadha</a> atas salat yang telah berlalu itu. [Qadha = menunaikan setelah waktunya berlalu.]</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';"><span id="more-55"></span>Permasalahannya menjadi tidak sederhana ketika hanya melihat permasalahan ini dari satu sisi dan itu adalah kelupaan Nabi. Namun, ketika masalah ini terkait dengan salat dan banyak hadis-hadis yang bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh Rasululah saw itu, membuat masalah ini perlu dicermati lebih dari yang sudah-sudah.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">1. Salat subuh</span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Para penulis Shihhah Sittah sepakat bahwa sebagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya, mereka pernah melakukan salat subuh yang telah berlalu waktunya. Artinya mereka melakukan qadha salat subuh yang telah lewat. Dalam perjalanan itu, mereka tertidur di malam harinya dan terbangun ketika matahari telah tinggi menyinari dan menyengat mereka. Ini dapat ditemukan dalam sumber-sumber berikut:<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">a. Sahih Bukhari, jilid 1, hal 4-93, Bab Tayammum, Sha’id al-Thayyib, Wudhu al-Muslim, …. . Halaman 154, Bab Mawaqit al-Shalah wa Fadhluha, al-Adzan ba’da dzihabi al-Waqt. Jilid 4, hal 232, Bab Alamat al-Nubuwah fi al-Islam, hadis pertama.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">b. Sahih Muslim, jilid 1, hal 6-471, Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ al-Shalah, Bab Qadha al-Shalah al-Faitah wa istihBab Ta’jil Qadha’iha.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">c. Sunan Turmudzi, jilid 5, hal 299, Kitab Tafsiri al-Quran, Bab 21 Wa min surah Thaha.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">d. Sunan Ibnu Majah, jilid 1, hal 8-277, Kitab al-Shalah, Bab Man Nama An al-Shalah au Nasiyaha.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">e. Sunan Abi Dawud, jilid 1, hal 118-122, Kitab al-Shalah, Bab fi Man Nama An al-Shalah au Nasiyaha.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">f. Sunan Nasa’i, jilid 1, hal 331, Kitab al-Mawaqit, Bab 51, 54 dan 55. Jilid 2, hal 115, Kitab al-Imamah, Bab 47. Jilid 3, hal 230, Kitab Qiyam al-Lail wa Tathuwwu’ al-Nahar, Bab 32…<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Tentu hal-hal yang disebutkan oleh para penulis buku-buku hadis di atas perlu dikaji kembali. Apa sebabnya mereka memasukkan hadis-hadis yang seperti demikian? Hadis-hadis yang menunjukkan kekurangan Rasulullah saw. Bila katakan (sebagai asumsi yang tidak berdasar) bahwa Nabi melakukan itu, apa yang mengharuskan mereka memasukkan hadis-hadis yang seperti ini? Sementara pada saat yang sama, mereka tidak menuliskan sedikit pun kekuarangan-kekurangan bahkan cacat yang dimiliki oleh sahabat seperti Muawiyah dan Yazid? Apakah mereka mau menuliskan bagaimana Khalifah Utsman bin Affan yang dipilih dalam proses sebuah syura, di mana salah satu syaratnya adalah mengikuti sunah Syaikhain (Abu bakar dan Umar), dan ternyata ia banyak tidak melakukan syarat itu? Atau sebutkan bahwa Muawiyah menentang hadis Nabi Muhammad saw dengan menjadikan Yazid bin Abihi sebagai saudaranya? Beranikah mereka menuliskan bahwa Yazid pembunuh anak Nabi Muhammad saw? dan masih banyak kejadian lainnya yang tidak diungkapkan oleh mereka.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Kembali pada masalah utama, dengan meneliti secara seksama riwayat-riwayat di atas dapat ditemukan bahwa salat subuh yang terlewatkan lebih dari sekali dan tentunya qadha salat yang dilakukan juga lebih dari sekali. Sekalipun dalam bentuknya terjadi perbedaan. Dari perbedaan dalam menunjukkan bentuk qadha salat subuh itu dapat diketahui bahwa asal masalah tidak benar.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Menarik untuk melihat beberapa riwayat lain agar kita dapat membandingkan apakah memang hadis-hadis tentang lupa dan qadha salat itu bisa diterima atau tidak. Berikut ini hadis-hadis yang dapat menjadi pembanding riwayat sebelumnya:<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">“Nabi Muhammad saw bersabda: “Bila salah seorang di antara kalian tidur, Setan mengikat tiga ikatan di kepalanya. Di setiap ikatan ia mengucapkan “Engkau punya malam yang panjang, tidurlah!” Bila orang tersebut terbangun dan mengingat Allah salah satu dari ikatan itu terbuka. Bila ia kemudian bangun dan berwudu, ikatan kedua juga ikut terbuka. Bila ia kemudian melakukan salat, semua ikatan di kepalanya terbuka. Dengan jiwa yang suci dan semangat ia memasuki waktu subuh. Bila ia tidak melakukan ketiga hal di atas, maka dengan jiwa yang buruk dan malas ia memasuki waktu subuh.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Ada yang bertanya kepada Rasulullah saw, “Seseorang tertidur sampai waktu subuh? (dengan membandingkan dengan yang lain, dapat dipahami bahwa pertanyaan ini menunjukkan bahwa orang tersebut tidak melakukan salat malam dan melakukan qadha, bukan salat subuh). Nabi Menjawab: “Setan telah mengencingi telinganya”.”<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Hadis-hadis ini dapat dilihat pada:<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">a. Sahih Bukhari, jilid 2, hal 66, Bab al-Tahajjud bi al-Lail, Bab Idza Nama wa Lam Yushalli Bala Syaithan fi Udzunih. Jilid 4, hal 148, Kitab Bad’u al-Khalq, Bab shifat Iblis wa Junudih.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">b. Sahih Muslim, jilid 1, hal 537, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab Ma Ruwiya fi Man Nama al-Lail Ajm’a Hatta Ashbah.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">c. Sunan Nasa’i, jilid 3, hal 201, Kitab Qiyam al-Lail wa Tathawwu’ al-Nahar, Bab al-Targhib fi Qiyam al-Lail.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Jelas, ketika salat subuh Nabi Muhammad saw terlewatkan, tidak heran bila beliau tertidur sehingga tidak melakukan salat malam.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">a. Sahih Muslim jilid 1, hal 515, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab 18.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">b. Sunan Turmudzi, jilid 2, hal 306, Abwab al-Shalat, Bab Idza Nama ‘An Shalatihi Bi al-Laili Shalla bi al-Nahar.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">c. Sunan Nasa’i, jilid 3, hal 258, Kitab Qiyam al-Lail wa Tathawwu’ al-Nahar, Bab 64.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">2. Salat Asar dan salat-salat lainnya<br />
</span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Sekaitan dengan salat Asar, seluruh penulis Shihhah Sittah sepakat bahwa pada waktu perang Khandaq, Nabi sempat terlupa melupakan salat Asar. Itu bisa dilihat dalam rujukan berikut:<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">a. Sahih Bukhari, jilid 1, hal 165, Kitab al-Shalat, Bab Qaul alRajuli Maa Shallaina. Jilid 2, hal 19, Kitab al-Jumuah, Bab al-Shalat Inda Munahadhah al-Hushun wa Liqa’ al-‘Aduw. Jilid 4, hal 52, Bab Fadhl al-Jihad wa al-Sair, Bab al-Du’a Ala al-Musyrikin bi al-Hazimah wa al-Zalzalah. Jilid 5, hal 141, Bab Ghazwah Khandaq wa Hia al-Ahzab. Jilid 6, hal 37, Tafsir Surah al-Baqarah. Jilid 8, hal 105, Kitab al-Da’awat, Bab al-Du’a Ala al-Musyrikin.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">b. Sahih Muslim, jilid 1, hal 8-436, Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ al-Shalah, Bab 36.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">c. Sunan Ibnu Majah, jilid 1, hal 224, Kitab al-Shalah, Bab al-Muhafazhah Ala Shalah al-Ashr.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">d. Sunan Turmudzi, jilid 1, hal 337 dan 339, Abwab al-Shalah, Bab 18. Jilid 5, hal 202, Kitab Tafsiri al-Quran, Tafsir Surah al-Baqarah.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">e. Sunan Abi Dawud, jilid, 1, hal 112, Kitab al-Shalah, Bab fi Waqt Shalah al-Ashr.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">f. Sunan Nasa’i, jilid 1, hal 268, Kitab al-Shalah, Bab al-Muhafazhah Ala Shalah al-Ashr. Jilid 2, hal 19-21, Kitab al-Adzan, Bab 21-23. Jilid 3, hal 83, Kitab al-Sahw, Bab 105.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Salah satu kesulitan untuk menerima bahwa Nabi Muhammad saw tidak melakukan salat Asar dalam peristiwa perang Khandaq adalah kepastian dari mereka yang mengikuti perang. Setiap yang mengikuti perang pada waktu itu tahu benar, bahwa dalam perang ada kemungkinan untuk tidak sempat melakukan salat Asar. Dan itu dapat dihindari dengan menjamak salat Zuhur dan Asar. Terlebih lagi, menjamak salat pada masa Nabi hukumnya adalah mubah. Nabi Muhammad saw sendiri beberapa kali melakukan jamak salat. Apa lagi mengetahui keadaan yang mendesak seperti perang. Katakanlah kita menerima bahwa Nabi dan sahabat tidak melakukan salat Asar. Mengapa mereka meninggalkannya secara keseluruhan? Bukankah dalam Islam telah diajarkan mengenai salat dalam kondisi berperang? Terlebih-lebih lagi dengan adanya Khandaq, melakukan salat lebih mudah tanpa perlu terlalu takut menghadapi musuh. Dan dalam sejarah hanya tercatat seorang yang mati dan itu adalah Amr bin Abdi Wad. (Bila dikaji lebih dalam, kematian Amr bin Abdi Wad oleh Imam Ali as tidak dijelaskan dalam Shihhah Sittah. Ini sebuah usaha untuk menutup-nutupi keutamaan Imam Ali as dalam perang Khandaq!). Artinya, bila hanya seorang yang tewas dalam perang Khandaq, apa yang membuat Nabi dan para sahabat tidak melakukan salat Asar?<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Kita lupakan dulu masalah di atas mengenai qadha salat pada perang Khandaq terjadi ikhtilaf. Sekelompok orang mengatakan bahwa beliau mengqadha salat Asar sesudah Maghrib dan sebelum Isya. Mayoritas mengatakan bahwa beliau mengqadha sebelum Maghrib. Kelompok lainnya seperti Turmudzi dan Nasa’i, dalam sebagian riwayatnya mengatakan bahwa tampaknya bukan hanya salat Asar saja yang lewat waktunya (qadha), akan tetapi Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya juga waktunya telah lewat. Nasa’i dalam salah satu riwayatnya mengatakan bahwa yang telah lewat waktunya hanya salat Zuhur dan Asar. Memangnya mereka berperang dari malam sampai waktu subuh sehingga salat Maghrib dan Isya menjadi qadha? Sebagian para pensyarah mengatakan bahwa hadis-hadis ini tidak bertentangan satu sama lainnya, dan boleh jadi perang Khaibar juga berlangsung selama berhari-hari. Mereka ingin membuat orang lain lupa akan kenyataan yang sebenarnya. Jika salatnya menjadi qadha sekali, tidakkah mereka harus konsenstrasi dan mengatur kegiatannya sehingga jangan sampai salatnya menjadi qadha? Pertanyaannya adalah kekhususan apa yang dimiliki oleh perang Khandaq sehingga begitu banyak salat yang harus diqadha? Memangnya perang-perang yang lainnya bagaimana sehingga tidak satu pun salat diqadha? Apakah perang Khandaq lebih hebat dari perang Shiffin? Jawabannya adalah tidak. Perang Shiffin berlangsung lama, bahkan salah satu malam di perang Shiffin disebut Lailah al-Harir, di mana perang berlangsung hingga pagi, tapi tidak ada berita mengenai salat yang terlupakan dan qadha salat.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Ibnu Abi al-Hadid dalam mukaddimahnya ketika memberi syarah atas Nahjul Balaghah mendeskripsikan ibadah Imam Ali as sebagai berikut: “Apa yang kalian bayangkan dari seseorang yang begitu memperhatikan ibadahnya. Bahkan pada malam Lailah al-Harir di perang Shiffin, ketika panah berseliweran di sisinya, tanpa terlihat ada perasaan takut, ia tetap melanjutkan ibadahnya”.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Apakah ada seorang muslim dapat meyakini bagaimana Imam Ali as yang nota bene adalah pengikut Rasulullah saw tidak punya salat qadha di perang Shiffin sementara Rasulullah saw dalam perang Khandaq lupa akan salat itupun beberapa salat?<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Menurut Ahli Sunah, salat Asar adalah salat Wustha, sebagaimana ditekankan dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 238 “</span><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) shlat wusthaa”. Sementara itu, menurut Syiah salat Wustha adalah salat Zuhur. Dalam Ahli Sunah sendiri masih ada perselisihan mengenai salat apa sebenarnya salat Wustha itu, karena sebagian dari riwayat Shihhah Sittah menyebutkan bahwa salat Wustha adalah salat Zuhur. Namun, mayoritas riwayat menyebutkan bahwa salat Wustha adalah salat Asar.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Sekarang kita akan mencoba melihat bagainama riwayat-riwayat menyifati orang-orang yang meninggalkan salat Asar.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">“Seseorang yang terlupa menunaikan salat Asar, sama seperti orang yang harta dan keluarganya terpisah darinya.”<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">“Seseorang yang terlewatkan salas Asarnya, maka amal perbuatannya akan lenyap”.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Riwayat-riwayat ini dapat dilihat pada:<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">a. Sahih Bukhari, jilid 1, hal 145 dan 154, Kitab al-Shalah, Bab Atsima Man Fatathu al-Ashr, Bab Man Taraka al-Ashr dan Bab al-Takbir bi al-Shalah fi Yaum Ghayyim.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">b. Sahih Muslim, jilid 1, hal 6-435, Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ al-Shalah, Bab al-Taghlizh fi Tafwit Shalat al-Ashr.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">c. Sunan Ibnu Majah, jilid 1, hal 224, Kitab al-Shalah, Bab al-Muhafazhah Ala Shalat al-Ashr. Hal 227, Bab Miqat al-Shalah fi al-Ghayyim.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">d. Sunan Nasa’i, jilid 1, hal 269-271, Kitab al-Shalah, Bab 15 dan 17. Hal 289, Kitab al-Mawaqit, Bab 9.<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:normal;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:'Verdana','sans-serif';">Dengan melihat data-data yang disebutkan, jawaban apakah Nabi lalai melakukan salat Asarnya karena terfokus pada perang, kembali kepada diri kita masing-masing.[infosyiah]</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=55&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/09/nabi-lupa-menunaikan-salat-dan-melakukan-qadha/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Emha: Ar-Rohmaan: hanya sujud</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/06/emha-ar-rohmaan-hanya-sujud/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/06/emha-ar-rohmaan-hanya-sujud/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2007 23:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/06/emha-ar-rohmaan-hanya-sujud/</guid>
		<description><![CDATA[Ar Rohmaan
by Emha Ainun Nadjib 
(Yang Maha Pengasih)
Di siang benderang
Matahari luput dari ingatan
Sebab hanya gulita malam
Kau dambakan pencahayaan
Rahmat Sang Rohmaan
Pada kita bergelimang
Tenggelam seluruh waktu dan ruang
Dalam anugerah tak terumuskan
Tetaplah Bumi langit cinta-Nya!
Namun betapa sukar, betapa sukar
Kita begitu rekat pada-Nya
Tak ada jarak untuk menatap-Nya
Maka alpa kita
Akan kasih-Nya
Justru karena tak pernah
Ia tinggalkan kita!
Hanya sembahyang sejauh usia
Membuat dzikir, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font face="Verdana"><strong><font size="2" color="#0033cc">Ar Rohmaan<br />
</font></strong><font size="1">by <a href="mailto:emha@bharata.cakraweb.com"><font color="#000099">Emha Ainun Nadjib </font></a></font></font><font size="2" color="#21367a"></p>
<p align="justify"><font face="Verdana"><em>(Yang Maha Pengasih)</em></p>
<p><span id="more-54"></span>Di siang benderang<br />
Matahari luput dari ingatan<br />
Sebab hanya gulita malam<br />
Kau dambakan pencahayaan<br />
Rahmat Sang Rohmaan<br />
Pada kita bergelimang<br />
Tenggelam seluruh waktu dan ruang<br />
Dalam anugerah tak terumuskan</p>
<p>Tetaplah Bumi langit cinta-Nya!<br />
Namun betapa sukar, betapa sukar<br />
Kita begitu rekat pada-Nya<br />
Tak ada jarak untuk menatap-Nya</p>
<p>Maka alpa kita<br />
Akan kasih-Nya<br />
Justru karena tak pernah<br />
Ia tinggalkan kita!</p>
<p>Hanya sembahyang sejauh usia<br />
Membuat dzikir, tak sempat lupa<br />
Menghindari matimati kecil</p>
<p>Yang berkeliaran menaburkan setannya<br />
Sebelum akhirnya tiba: maut besar<br />
Yang menjelaskan segalanya</p>
<p>Hanya sujud, sungguh<br />
Hanya sujud<br />
Mengambil jarak rohani<br />
Dari dunia maya</p>
<p><em>(Syair-Syair Asmaul Husna - Emha Ainun Nadjib, Pustaka Pelajar, 1994)</em></p>
<p></font></p>
<p></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=54&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/06/emha-ar-rohmaan-hanya-sujud/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Emha: Beragama Yang Tidak Korupsi</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/06/emha-beragama-yang-tidak-korupsi/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/06/emha-beragama-yang-tidak-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2007 23:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/06/emha-beragama-yang-tidak-korupsi/</guid>
		<description><![CDATA[Hakekat dari Islam itu adalah Makrifatullah (Mengenal Allah). 
Hakekat dari Makrifatullah itu adalah Berahlak yg baik (Ahlakul karimah). 
Hakekat dari Ahlakul Karimah itu adalah Silaturohim (berbagi Kasih).
Hakekat dari Silaturohim adalah Mencerabut kesusahan orang lain atau Memasukkan Kebahagian kepada orang lain.
Tulisan EMHA di bawah ini seperti nya &#8216;nyambung&#8217; dengan poin-poin di atas.
Emha Ainun Nadjib: Gusti Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="2">Hakekat dari Islam itu adalah Makrifatullah (Mengenal Allah). </font></p>
<p><font size="2">Hakekat dari Makrifatullah itu adalah Berahlak yg baik (Ahlakul karimah). </font></p>
<p><font size="2">Hakekat dari Ahlakul Karimah itu adalah Silaturohim (berbagi Kasih).</font></p>
<p><font size="2">Hakekat dari Silaturohim adalah Mencerabut kesusahan orang lain atau Memasukkan Kebahagian kepada orang lain.</font></p>
<p><font size="2">Tulisan <strong>EMHA</strong> di bawah ini seperti nya &#8216;nyambung&#8217; dengan poin-poin di atas.</font></p>
<p><font size="2"><strong>Emha</strong> Ainun Nadjib: Gusti Allah tidak &#8220;ndeso&#8221;</font></p>
<p><font size="2">BERAGAMA YANG TIDAK KORUPSI</font><font size="2"> </font></p>
<p><font size="2"><span id="more-53"></span>Suatu kali <strong>Emha</strong> Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun. &#8220;Cak Nun,&#8221; kata sang penanya, &#8220;misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu:  pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?&#8221;</font><font size="2"> </font><font size="2">Cak Nun menjawab lantang, &#8220;Ya nolong orang kecelakaan.&#8221;</font><font size="2">&#8220;Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?&#8221; kejar si penanya.</p>
<p>&#8220;Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu,&#8221;  jawab Cak Nun. &#8220;Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak, &#8221; katanya lagi.  &#8220;Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi.&#8221;</p>
<p>Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong, Tuhan tidak berada di mesjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu. Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang. Kata Tuhan:</p>
<p>Kalau engkau menolong orang sakit, Akulah yang sakit itu. Kalau engkau menegur orang yang kesepian, Akulah yang kesepian itu. Kalau engkau memberi makan orang kelaparan, Akulah yang kelaparan itu.</p>
<p>Seraya bertanya balik, <strong>Emha</strong> berujar, &#8220;Kira-kira Tuhan suka yang mana dari tiga orang ini. Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran, membangun masjid, tapi korupsi uang negara. Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal al-quran, menganjurkan hidup sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya, pelit,  dan mengobarkan semangat permusuhan. Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran, tapi suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang?&#8221;</p>
<p>Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang yang ketiga. Kalau korupsi uang negara, itu namanya membangun neraka, bukan membangun masjid. Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya bukan membaca al-quran, tapi menginjak-injaknya. Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya tidak sembahyang, tapi menginjak Tuhan. Sedang orang yang suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang, itulah orang yang sesungguhnya sembahyang dan membaca al-quran.</p>
<p>Kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur lewat shalatnya. Standar kesalehan seseorang tidak melulu dilihat dari banyaknya dia hadir di kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya: kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan orang lain, memberi, membantu sesama. Idealnya, orang beragama itu mesti shalat, misa, atau ikut kebaktian, tetapi juga tidak korupsi dan memiliki perilaku yang santun dan berkasih sayang.</p>
<p>Agama adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih, dan cinta kasih sesama. Bila kita cuma puasa, shalat, baca al-quran, pergi kebaktian, misa, datang ke pura, menurut saya, kita belum layak disebut orang yang beragama. Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara, meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama.</p>
<p>Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari kesalehan personalnya, melainkan diukur dari kesalehan sosialnya. Bukan kesalehan pribadi, tapi kesalehan sosial. Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan tetangganya. Orang beragama ialah orang yang menghormati orang lain, meski beda agama. Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan sosial pada kaum mustadh&#8217;afin (kaum tertindas). Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang bukan haknya.</p>
<p>Karena itu, orang beragama mestinya memunculkan sikap dan jiwa sosial tinggi. Bukan orang-orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sementara beberapa meter darinya, orang-orang miskin meronta kelaparan.</p>
<p></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=53&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/05/06/emha-beragama-yang-tidak-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalatnya wanita: lebih baik di masjid atau di rumah?</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/04/26/shalatnya-wanita-lebih-baik-di-masjid-atau-di-rumah/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/04/26/shalatnya-wanita-lebih-baik-di-masjid-atau-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2007 03:14:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>

		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/04/26/shalatnya-wanita-lebih-baik-di-masjid-atau-di-rumah/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah wanita lebih baik bershalat di masjid ataukah di rumah? Sebagian ulama berpandangan, wanita selalu lebih baik bershalat di rumah. Sebagian lainnya berpandangan, ada kalanya wanita lebih baik bershalat di masjid. Masing-masing memiliki dasar. Mana yang dasarnya lebih kuat?
Bagi yang berpandangan bahwa wanita selalu lebih baik bershalat di rumah, dasarnya adalah sebuah hadits hasan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apakah wanita lebih baik bershalat di masjid ataukah di rumah? Sebagian ulama berpandangan, wanita selalu lebih baik bershalat di rumah. Sebagian lainnya berpandangan, ada kalanya wanita lebih baik bershalat di masjid. Masing-masing memiliki dasar. Mana yang dasarnya lebih kuat?</p>
<p><span id="more-52"></span>Bagi yang berpandangan bahwa wanita selalu lebih baik bershalat di rumah, dasarnya adalah sebuah hadits <em>hasan</em> yang mengisahkan bahwa Ummu Humaid datang kepada Rasulullah saw dan berkata, &#8220;Wahai  Rasulullah! Aku senang bershalat bersamamu.&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Aku tahu itu, tetapi shalatmu di kamar tidurmu lebih baik daripada shalatmu di kamar yang lain. Shalatmu di kamar yang lain lebih baik daripada shalatmu di tempat lain di rumahmu [termasuk teras dan halaman]. Shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjid umum.&#8221; (HR Ahmad)</p>
<p>Bagi yang berpandangan bahwa wanita ada kalanya lebih baik bershalat di masjid, dasarnya lebih kuat, yaitu sebuah hadits <em>shahih</em> yang menyebut sabda Rasulullah saw, &#8220;<strong>Siapa pun yang pergi ke masjid untuk suatu keperluan, maka itulah bagiannya.</strong>&#8221; (HR Abu Daud, hadits no. 472)</p>
<blockquote><p>Jika tujuan wanita pergi ke masjid hanya untuk shalat [seperti Ummu Humaid], lebih baik baginya bershalat di rumah saja. Lain halnya jika tujuan ke masjid [di samping untuk bershalat] adalah untuk mendengarkan bacaan Al-Qur&#8217;an yang dibaca imam dengan bagus, mendengar ceramah setelah shalat, mendengarkan khutbah Jum&#8217;at, atau menemui wanita-wanita muslimah [atau bahkan pria-pria muslim] lainnya agar mereka dapat saling menolong dalam kebaikan.</p>
<p>Sebenarnya, kaum wanita jarang sekali mendapatkan kesempatan baik seperti itu karena mereka sering disibukkan oleh kehamilan, melahirkan, menyusui, mengasuh anak, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya. Jadi, jika seorang wanita pergi ke masjid untuk melaksanakan salah satu kepentingan di atas, kepergiannya itu adalah untuk mendapatkan kebaikan dan keutamaan. (Abdul Halim Abu Syuqqah, <em>Kebebasan Wanita</em>, Jilid 3, hlm. 39)</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=52&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2007/04/26/shalatnya-wanita-lebih-baik-di-masjid-atau-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sukses berkat shubuh berjamaah</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com/2007/04/15/51/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2007/04/15/51/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2007 15:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2007/04/15/51/</guid>
		<description><![CDATA[MENUAI KEBERKAHAN, 
SETELAH MEWAJIBKAN KARYAWAN SHALAT SHUBUH BERJAMAAH
Wawancara dengan: Dr. H. M. Bhakti Kasry (President Director Pandu Logistic)

Penampilannya bersahaja. Ketawadhuan nampak sekali pada diri pria yang telah sangat sukses menjalankan usahanya ini. Sekitar 2000 karyawannya di seluruh Indonesia, dibimbingnya untuk senantiasa menjalankan perintah Alloh subhanahu wata’ala. Berbagai program telah dijalankannya untuk para karyawan, agar lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center" style="font-size:12pt;font-family:times new roman,new york,times,serif;"><strong><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">MENUAI KEBERKAHAN, </span></strong></p>
<p align="center" style="text-align:center;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">SETELAH MEWAJIBKAN KARYAWAN SHALAT SHUBUH BERJAMAAH</span></strong></p>
<p align="center" style="text-align:center;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Wawancara dengan: Dr. H. M. Bhakti Kasry (President Director Pandu Logistic)</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Penampilannya bersahaja. Ketawadhuan nampak sekali pada diri pria yang telah sangat sukses menjalankan usahanya ini. Sekitar 2000 karyawannya di seluruh Indonesia, dibimbingnya untuk senantiasa menjalankan perintah Alloh subhanahu wata’ala. Berbagai program telah dijalankannya untuk para karyawan, agar lebih dekat dengan Alloh. Diantara program itu adalah dengan mewajibkan shalat shubuh berjamaah di masjid bagi karyawan dan menggunakan busana muslimah bagi para karyawati di perusahaannya. Alasannya sederhana, karena ketaqwaan itu menurutnya akan mendatangkan keberkahan. Berikut kisahnya. Semoga bisa dicontoh oleh para pengusaha muslim di seluruh Indonesia.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"><span id="more-51"></span>Saya dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu. Gaji ayah sebagai karyawan sebuah perkebunan di Medan, boleh dibilang sangatlah kurang untuk membiayai kesepuluh orang anaknya. Saya masih ingat, ketika ibu menyuruh anak-anaknya sarapan yang banyak, supaya kami tidak banyak jajan di siang harinya. Ayah juga begitu, ia harus sarapan lebih banyak daripada kami, agar fisiknya kuat dalam menjalankan tugas di perkebunan. Hidup kami sangat prihatin, saat itu. Keseriusan ayah dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya, sungguh luar biasa. </span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Sejak kecil kami diajarkan untuk biasa menolong orang yang mengalami kesulitan, walaupun hidup kami sendiri susah. Memang, untuk pendidikan agama secara formal, boleh dikatakan sangatlah kurang saya dapatkan. Mengaji Al-Qur’an di kampung, pernah saya jalani selama beberapa waktu. Dari mengaji itupun, saya belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik. Masih terbata-bata. Walau ayah tidak banyak mengajarkan pendidikan agama secara langsung kepada kami, karena kesibukannya. Namun, banyak pengalaman sehari-hari serta nasehat yang bisa kami jadikan pegangan dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Ia adalah sosok ayah yang sangat bertanggung jawab di mata kami. Semoga Alloh, menerima semua amal shalihnya selama membimbing kami sekeluarga.</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Selepas SMA, saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Jakarta. Hidup di kampung, saya rasakan kurang mendapat tantangan. Akses informasi juga sangat terbatas. Beribu harapan saya labuhkan, saat berangkat meninggalkan kampung halaman. Seloroh pesan dari ayah masih terngiang dalam benak saya. “Hidup ini harus dilalui dengan kerja keras disertai kejujuran. Tidak ada orang yang berhasil, sebelum mereka mengejar cita-citanya dengan gigih dan terus berdoa,” pesan ayah. Nasehat serta doa dari orangtualah yang membuat saya terus termotivasi dalam menjalani hidup yang fana ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Tak lupa pula, mereka memberikan saya bekal sangu dari hasil menjual tanah di kampung. Dengan penuh rasa optimis saya berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah di sebuah institut keuangan.</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNor