Arsip

Posts Tagged ‘khusyuk’

Bacaan shalat yang menyentuh hati

19 Desember 2008 1 comment

Subagio IN, seorang wartawan senior, menuliskan pengalamannya menjadi makmum ketika KH Mas Mansur menjadi imam shalat Jumat. Dalam buku KH Mas Mansur: Pembaharu Islam di Indonesia yang ditulisnya, Subagijo mengaku: “Tidak mungkin saya dapat melupakan hari itu”. Subagijo sedang [ber]shalat Jumat di sekolah Muallimin Muhammadiyah Yogya pada 1940-an. Imam dan khatibnya ketua PP Muhammadiyah, KH Mas Mansur. Tempat shalat sudah penuh. Dia dan banyak orang lain yang tidak kebagian tempat harus [ber]shalat dan mendengarkan khutbah di luar di bawah terik sinar matahari yang menyengat kulit.

Read more…

Tertibkan tempat maksiat dengan bijaksana!

28 Agustus 2008 3 komentar


Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan menempuh cara-cara kekerasan dalam menertibkan tempat-tempat maksiat seperti tempat hiburan malam, kafe dan warung remang-remang. “Cara-cara yang ditempuh sesuai dengan pedoman Pengurus Besar NU dalam bermasyarakat, yakni menggunakan pendekatan “bil hikmah“. NU tidak menginginkan adanya kekerasan sesama warga,” kata Rais Syuriyah Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan KH Musthofa Bakri kepada kontributor NU Online Abdul Muiz di Pekalongan, Rabu (27/8) tadi malam.

Read more…