Bacaan shalat yang menyentuh hati
19 Desember 2008
1 comment
Subagio IN, seorang wartawan senior, menuliskan pengalamannya menjadi makmum ketika KH Mas Mansur menjadi imam shalat Jumat. Dalam buku KH Mas Mansur: Pembaharu Islam di Indonesia yang ditulisnya, Subagijo mengaku: “Tidak mungkin saya dapat melupakan hari itu”. Subagijo sedang [ber]shalat Jumat di sekolah Muallimin Muhammadiyah Yogya pada 1940-an. Imam dan khatibnya ketua PP Muhammadiyah, KH Mas Mansur. Tempat shalat sudah penuh. Dia dan banyak orang lain yang tidak kebagian tempat harus [ber]shalat dan mendengarkan khutbah di luar di bawah terik sinar matahari yang menyengat kulit.

