Nilai Dunia dan Seisinya

“Seberapa pentingkah shalat bagi ummat beriman yang beragama Islam?”

“Ya penting to… nggak usah dibahas lagi deh.  Ada seabreg ayat Allah menegasi hal ini.”

“oke deh…”

“Seberapa nilai setiap shalat?.”

“Mana kutahu?, pahala shalat itu Allah yang memberi.  Cuma yang jelas, yang pertama kali dihisab nanti itu, ya shalatlah.  Kalau baik shalatnya, maka baiklah seluruh amalannya, kalau jeblok… ya jeblog juga seluruh amalannya?.”

“Biar rajin sedekah?”

“Ya dong.”

“Kalau begitu, mendingan rajin shalat saja ya?, sedekah sih belakangan saja.”

“Yah…, bisa juga begitu!.”

“Kan katanya shalat dua rakaat fajar*) lebih bernilai dari dunia dan seluruh isinya.  Ada hadisnya lho.”

“Ya, begitu juga benar.”

“Tapi jangan lupa ya : “Siapa pendusta agama?”

“Itu tuh, yang menghardik anak yatim, tidak memberi makan orang miskin.  Maka celakalah mereka yang shalat dan lalai dalam shalatnya, berbuat riya.  Pokoknya lihat deh surat QS Al Ma’un.  Lalainya shalat, selain kagak konsentrasi, kagak khusyu dalam beritual, juga ogah beramal.”

“Jadi lalai dalam shalat termasuk juga lalai dalam bersedekah?.”

“mm…m..m….. ayat Allah bilang begitu kok, bukan tafsirnya.  Ini tidak perlu multi interpretasikan!?”

*)

Shalat Fajar adalah shalat dipagi menjelang Shalat Subuh, sebelum azan. Namun, ada yang menjelaskan pula bahwa shalat fajar itu, ya shalat subuh itu.  Ada juga yang merujuk bahwa nilai dunia dan isinya itu tidak lebih berharga dibanding dengan shalat qabliyah shubuh.  Semua bersumber dari hadis.  Intinya adalah shalat itu lebih bernilai di mata Allah dibanding dunia dan segala isinya.  Merujuk betapa tinggi nilai shalat dibanding urusan dunia lainnya, fokus pada shalat shubuh berjamaah di masjid.

7 thoughts on “Nilai Dunia dan Seisinya

  1. ” pagi ku ingat petang ku angkat begitulah silih berganti ”
    Kutipan di atas saya ambil dari teks lagu yang dikumandangkan oleh salah satu grup nasid dan saya rasa, saya pikir itulah sifat saya sekarang, sampai saat ini saya belum bisa merubahnya. padahal kalau saya lihat dan sangkut pautkan dengan teks artikel yang anda buat begitu pentingnya shalat bagi kehidupan kita, begitu besarnya nilai shalat di mata Allah, dan begitu luar biasanya pahala yang diberikan oleh Allah kepada orang yang melakukan shalat dengan kesungguhan serta keikhlasan hati.
    terkadang pagi, saya mencoba untuk belajar sungguh-sungguh, belajar sebisa mungkin untuk shalat tepat pada waktunya, eeeeh malah sore harinya atau malam harinya shalat terkadang dilaksanakan pada akhir waktu.
    terkadang saya suka merasa sedih, bagaimana menyikapi kehidupan ini, pagi kuingat petang kuangkat, begitulah silih berganti.
    terima kasih atas saran dan artikelnya, kritik buat membangun saya nantikan !
    Assalamu ‘Alaikum

  2. @Kang Asep

    menurut saya pribadi sih,di awali dari diri kita pribadi dulu ya, kalau kita niat solat pada waktu nya bisa kok.
    nanti lama-lama akan terbiasa dengan sendiri nya.
    cara nya kita bisa menakut-nakuti diri kita sendiri
    kalau saya sampai tidak solat atau solat tidak tepat waktu Allah akan menghukum saya di kemudian hari
    insya Allah solat pun tak terabaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s