Keciprak Wudlu

Wudlu itu adalah awal persiapan kita bertemu, ingat kepada Allah.  Bagian dari pesona ritual wajib sebelum kita masuk pada prosesi shalat.  Karena itu, wudlu harus dinilai sebagai “mengecat” hati dan raga sebelum menemuiNya.

Yah, idealnya begitu.  Karena itu, aku juga ikut-ikutan ‘gelo’ kalau melihat yang wudlu sepenaknya.

Bagaimana kita memahami wudlu sebagai upacara pembersihan raga dan hati?.  Ataukah wudlu kita seperti anak kecil di kolam renang : ciprat-cipratan, atau sekedar tersentuh air?.

Walah nggak gampang toh, tapi paling nggak, ini tips yang pernah kuterima :

Rasakan air yang mengalir saat berwudlu seperti aliran air yang sedang membersihkan kotoran hati dan raga kita, membesut air itu memberikan kebersihan bagi hati dan jiwa yang saat ini sedang bersiap akan menghadapNya.  “Ingatlah, barang siapa mengingat Allah ketika wudlu, niscaya disucikan oleh Allah tubuhnya secara keseluruhan.  Dan barang siapa tidak mengingat Allah niscaya tidak akan disucikan oleh Allah dari tubuhnya, selain yang kena air saja” (HR Abdul Razag Filjam Ishaghir).

Saya nggak tahu sahih, hasan, ataukah palsu.  Coba tangkap saja deh makna yang dikandungnya.

Emang sih, berwudlu yang sungguh-sungguh sudah disiapkan sejak kita mulai masuk ke ruang wudlu, menyadari ini bagian dari persiapan menghadapnya.  Ketika mengusap anggota tubuh dengan air, dalam hati berzikir mengingat Allah dan air yang mengalir menjadi pertanda terbersihkannya hati dan raga dari kekotoran.  Tidak sekaligus, tapi sedikit demi sedikit, sehingga cahaya jiwapun semakin tampak, sehingga Allah juga suka dengan wudlu kita.

Wah asyik ya..

Ya, jadikanlah wudlu itu perjalanan ruhani kita.

Kalau bisa!?.

Ya, kita berusaha saja ya…. Insya Allah, shalat kita ikut terbawa khusyu karena sejak awal, kita telah melaksanakan ritual dengan penuh keyakinan.

Jadikan air wudlu kita menjadi penghalang dari sentuhan panasnya bara api neraka.

Wow… semoga, astagfirullah.  Allah mengharamkan daging tubuh kita dari api neraka karena air wudlu yang menyirami anggota badan kita.  Anggota badan kita, ketika ditanya kelak, menjawab dengan tawadu… tanganku selalu basah oleh air wudlu… Kalau begitu Fulan, tanganmu tak boleh tersentuh api neraka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s