Pitch Control

Kalau Anda penggemar AFI, tentu Anda tak asing dengan istilah “pitch control” yang dipopulerkan oleh Trie Utami. Maksudnya: pengendalian terhadap tinggi-rendahnya nada. Konon, banyak penyanyi pemula “terpeleset” di sini. Pitch control menjadi momok bagi mereka.  

Bagi Anda, apakah istilah ini menjadi momok? Tenanglah. Meski berpengaruh besar terhadap keindahan bunyi yang dihasilkan, pitch control untuk pengucapan bacaan shalat tidak serumit pitch control-nya Trie Utami.  

Untuk pengucapan bacaan shalat yang berbahasa Arab, mungkin pitch control yang terpenting hanyalah pengucapan huruf-huruf qalqalah (qaf, tha, ba, jim, dal) dalam keadaan “mati” (berada di akhir kalimat atau diberi tanda sukun di tengah kalimat).    

Apabila huruf qalqalah yang diberi tanda sukun berada di tengah kalimat (contoh: khalaqta, khathfata, iblīs), bacalah dengan agak memantul. Namun ketika berada di akhir kalimat (tsāqib, filhajj, mārid), bacalah dengan suara yang benar-benar memantul.  

Pada pembacaan secara demikian, otomatis keluarlah suara-suara yang menonjolkan tinggi-rendahnya nada-nada. Semuanya terasa indah, ‘kan? (Bandingkan dengan pengucapan huruf-huruf tersebut jika tidak dipantulkan sama sekali!)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s