Sambutlah Panggilan Allah Sesuai Porsinya

Rasulullah saw bersabda: “Tuhan kita kagum kepada dua [macam] orang, [yang pertama] yaitu seseorang yang bangun dari tempat tidurnya dan selimutnya, di antara para keluarga dan kekasihnya, untuk menghidupkan malam (Qiyamul Lail), kemudian Allah SWT berfirman: “Wahai MalaikatKu, lihatlah hambaKu yang bangun dari tempat tidurnya dan selimutnya di antara kekasihnya dan keluarganya untuk menghidupkan malam, karena mengharap sesuatu (pahala) dari sisiKu dan belas kasih dariKu …” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Ya’la dan ath-Thabrani. Ibnu Hibban juga meriwayatkannya dalam kitab shahihnya dari Ibnu Mas’ud. Al-Albani menganggapnya hasan dalam kitab Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (I: 258)).

Aktivitas “bangun dari tempat tidurnya dan selimutnya … untuk menghidupkan malam” itu menunjukkan adanya “rasa terpanggil oleh Tuhan”. Sebab, Allah memang sudah memanggil kita, “Hai orang yang berselimut. Bangunlah …” (QS. Al-Muzammil ayat 1-2)

Sedangkan “sesuatu (pahala) dari sisiKu dan belas kasih dariKu” menunjukkan hasil dari tahajud, yang meliputi kekayaan dan kebahagiaan. Jadi, hadits tersebut mengisyaratkan bahwa tahajud yang menumbuh-kembangkan rasa terpanggil ini dapat menghasilkan kekayaan dan kebahagiaan.

Bahkan, lebih dari “sekadar” kekayaan dan kebahagiaan, kita pun bisa meraih “tempat yang terpuji” dengan tahajud. Allah SWT berfirman: “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. al-Isra’ ayat 79)

Untuk mencapai tempat yang terpuji dan meraih kekayaan dan kebahagiaan itu, Allah SWT memberi kita pedoman:

Hai orang yang berselimut. Bangunlah [untuk bertahajud] di malam hari, kecuali sedikit [daripadanya]. [Yaitu] seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih [sedikit] dari seperdua itu.” (QS. Al-Muzammil [73]: 1-4).

Angka yang sedikit lebih kecil daripada seperdua adalah sepertiga. Angka yang sedikit lebih besar daripada seperdua adalah duapertiga. Jadi, porsi waktu yang dianjurkan untuk tahajud adalah antara sepertiga dan duapertiga malam.

Kalau porsi tahajud kita kurang dari sepertiga malam, dikhawatirkan kita “kurang merasa terpanggil”. Andaikan porsi tahajud kita lebih dari duapertiga malam, dikhawatirkan kita “terlalu merasa terpanggil”. Jadi, lebih baik yang “sedang-sedang saja”, yaitu yang sesuai porsinya (antara sepertiga dan duapertiga malam).

One thought on “Sambutlah Panggilan Allah Sesuai Porsinya

  1. Ping-balik: Kebiasaan Tahajud yang Kurang Semangat « Salat SMART

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s