Pedoman Shalat Berjamaah by M Muchlas Abror

Shalat sangat diutamakan dilaksanakan secara berjamaah bahkan ada yang berpendapat wajib. Shalat berjamaah yang dilakukan secara sungguh-sungguh, khusyu’, thuma’ninah, dan dihayati di dalamnya mengandung nilai-nilai akhlak mulia lagi terpuji, yang seharusnya membentuk pribadi dan dimiliki oleh setiap pelakunya. Beberapa nilai akhlak mulia lagi terpuji dalam shalat berjamaah di antaranya sebagai berikut:

Pertama, persamaan. Dalam shalat berjamaah kita mendapatkan pendidikan persamaan. Siapa yang datang terlebih dahulu di masjid berhak menempati shaf depan. Shaf depan bukan terbatas untuk kalangan tertentu. Dalam shalat berjama’ah terlihat biasa, jika antara bahu pejabat berpangkat berhimpitan dengan rakyat melarat. Demikian pula antara jenderal dan kopral, aghniya [orang kaya] dan fuqara [orang fakir] tidak terasa aneh sama-sama berdampingan. Karena, dalam pandangan Allah semua manusia sama, yang membedakan antara satu dengan lainnya adalah ketakwaannya.

Kedua, kebersihan dan kerapian. Shalat harus dilakukan dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar, bersih dari kotoran, serta berpakaian rapi. Apalagi kalau shalat dilakukan secara berjamaah. Tentu siapa pun dalam shalat berjamaah harus lebih dapat menjaga kebersihan dan kerapian diri.

Ketiga, ketertiban dan keteraturan. Terutama dalam shalat berjamaah mestilah harus dilakukan dengan ketertiban dan keteraturan. Barisan shaf harus lurus dan rapat. Gerakan rukun shalat harus dilakukan dengan tertib dan thuma’ninah. Dalam melakukannya tidak boleh asal-asalan atau sembarangan.

Keempat, kedisiplinan. Shalat adalah kewajiban bagi setiap mukmin yang telah ditentukan waktunya. Shalat lima waktu (Shubuh, Zhuhur, Ashr, Maghrib, dan Isya) masing-masing telah memiliki waktunya sendiri. Dan shalat secara umum memang harus dilakukan pada waktunya. Artinya, shalat mendidik kepada kita memiliki kedisiplinan.

Kelima, kejujuran. Dalam shalat berjamaah pasti ada imam dan ada pula yang disebut makmum. Sewaktu kita melakukan shalat bukan mustahil batal wudlu. Itu bisa terjadi pada imam maupun makmum. Jika hal itu memang betul terjadi, meski tidak ada orang lain yang tahu, maka ia harus jujur bahwa dirinya telah batal. Ia dengan tertib dan tenang segera meninggalkan jamaah. Salah seorang makmum di shaf terdepan di belakang imam yang batal itu segera maju ke depan untuk menggantikannya. Ia yang batal wudlu setelah selesai berwudlu bisa bergabung lagi melakukan shalat berjamaah.

Keenam, ketaatan. Imam dalam shalat berjamaah untuk diikuti serta ditaati makmum dan bukan sebaliknya. Perpindahan dari satu gerak ke gerak berikutnya, makmum harus mengikuti imam. Tidak dibenarkan gerak makmum dilakukan bersamaan, apalagi sampai mendahului imam.

Ketujuh, koreksi dari makmum terhadap imam. Shalat berjamaah mencerminkan hubungan imam dan makmum. Namun, dalam shalat berjamaah bukan hanya imam yang memiliki peran. Makmum pun memiliki peran penting yang harus dilakukan. Ketika, imam berbuat kesalahan, makmum wajib mengoreksi untuk membetulkannya. Makmum tidak boleh mendiamkan dan membiarkan kesalahan imam terus berlangsung.

======
Sumber: Kutipan dari AKHLAk SHALAT BERJAMA’AH

3 thoughts on “Pedoman Shalat Berjamaah by M Muchlas Abror

  1. Salam.

    Memang yang paling sulit adalah mewujudkan akhlak mulia dalam sholat menjadi perilaku di kehidupan yang nyata.

    Semoga makin hari kita [baca aku] makin pandai mempraktekkan nilai akhlak yang ada dalam sholat dalamkehidupan kita [aku].
    Amin.

    Salam

  2. Assalamualaikum wr.wb.
    Mau tanya pak, bagaimana tatalaksana shalat berjamaah untuk bacaan dalam shalat? apakah harus mengikuti sepenuhnya surat apa yg dibaca oleh imam atau boleh membaca surat lainnya yg saya hafal, terus terang saya masih agak kesulitan mengikuti bacaan surat2 yang dibaca oleh imam.

    kedua saya mau tanya, apakah boleh membaca al-fatiha dan yang lainnya lebih dulu selesai dibandingkan imam?

    atau bapak bisa menjelaskan bagaimana seorang makmum berlaku dalam shalat, khususnya bacaan surat dalam shalat.

    Wassalamualaikum dan terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s