1 – Siagakan Pelaku Salat

Last Updated: 10 Maret 2007

First Published: 10 Maret 2007

Siagakan Pelaku Shalat

Bagian pertama dari metode shalat secara S.M.A.R.T. ini dimulai dengan evaluasi shalat. (Untuk contoh, lihat Bila Hadirnya Hati Tak Lagi Memadai.) Biasanya, dalam manajemen, evaluasi merupakan langkah akhir. Namun, kali ini kita meletakkannya di tempat pertama.

Mengapa? Sebabnya:

  • supaya kita tidak terpaku pada tahap evaluasi (entah lantaran puas entah lantaran kecewa), tetapi segera menindaklanjutinya sebagaimana mestinya; (Untuk menindak-lanjutinya, alangkah cerdasnya bila kita rancang program Shalat SMART kita masing-masing.)
  • untuk menegaskan bahwa sistem S.M.A.R.T. adalah proses terus-menerus sepanjang hayat, sehingga shalat kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

 Ancang

Setelah evaluasi shalat, langkah pertama yang paling strategis adalah penentuan tujuan shalat. Seluruh  unsur S.M.A.R.T. diarahkan untuk memenuhi tujuan ini.

Tujuan shalat adalah ingat akan sifat Allah sebagaimana tergambar dalam Asmā’ul Husnā. Anda bisa memilih sendiri sifat manakah yang hendak Anda ingat-ingat melalui shalat. Silakan pilih yang Anda anggap paling relevan dengan tantangan kehidupan yang sedang Anda hadapi. (Nama “Allah” pun tergolong Asmā’ul Husnā. Hanya saja, tidak seperti nama-nama lain, nama “Allah” tidak menunjukkan satu sifat tertentu, tetapi merangkum semua sifat-Nya.) penentuan tujuan shalat itu menyiagakan mental pelaku shalat.

Selain dengan cara itu, kita dapat menyiagakan mental kita untuk bershalat melalui tata waktu shalat. Dalam hal ini, secara garis besarnya, kita berhadapan dengan dua pilihan: cari kepastian atau kejar keunggulan. Dua pilihan ini bukanlah dilema. Kita dipersilakan memilih salah satu di antara keduanya yang paling cocok dengan keadaan kita masing-masing.

Di samping menyiagakan mental, menyiagakan fisik kita pun penting pula. Di antaranya, dengan cara nyamankan pancaindera untuk bershalat. Dengan nyamannya indera kita, akan terasa lebih ringanlah shalat kita.

Jika dulu biasanya kita memandang wudhu, tayamum, dan sebagainya, sebagai kewajiban yang tidak kita ketahui manfaatnya, maka mulai sekarang kita bisa menggunakan sudut pandang lain. Kita hendaknya memandang, aktivitas fisik semacam itu merupakan cara yang cerdas untuk menyiagakan fisik kita. Walhasil, dengan fisik dan mental yang siaga, akan terasa lebih ringanlah shalat kita. Bahkan, penyiagaan fisik dan mental secara cerdas itu mencerdaskan kita! Menarik, ‘kan?

Menariknya lagi, penyiagaan fisik dan mental itu bisa kita lakukan setiap saat, bukan hanya satu atau dua menit menjelang tibanya waktu shalat. Bahkan, ketika kita rindukan datangnya saat bershalat, kita sudah mendapat pahala seperti orang yang sedang bershalat. Asyik, ‘kan?

7 thoughts on “1 – Siagakan Pelaku Salat

    • shalat menurut anda benar dan baik sekali saya sangat sedih dan merasa terbuka dengan paparan yang anda ketengahkan tapi ada shalat yang harus dicermati yaitu prilaku kita sehari-hari karena shalat tanpa penjabaran dalam kehidupan lebih baik jangan shalat dulu lebih baik pertikan dulu hurup shalatnya dulu baru kedalam shalatnya itu sendiri, shalat terdiri dari lima hurup yang saling keterkaitan satu sama lain, silahkan selamat mejabarkan menurut presepsi masing2.

  1. Kalau saya, bersegera melaksanakan shalat karena tidak mau dikalahkan sama syaitan. Karena salah satu waktu syaitan mengganggu kita adalah ketika datang waktu shalat. Dia buat kita jadi malas. Lalu dia mengganggu kita ketika shalat. Dia munculkan macam-macam ide dan pikiran ketika kita sedang shalat sehingga kita jadi tidak khusuk. Dasar syaitan makhluk yang terkutuk. Ya Allah lindungi aku dari godaan syaitan yang terkutuk. amin

  2. Assalamu’alaikum. Kalau kita ingin agar sholat nya gak males? Ketika adzan di kumandangkan maka bergegaslah untuk melakukan sholat. Karna di saat itulah syaitan akan menggoda “ntr lg tunggu komat aj” nah jika demikian kemalasan akan ada pada dr kita. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s