Imam sudah ditegur, masih lakukan kesalahan; bagaimana?

Tanya: Assalamu’alaikum. Kewajiban makmum (laki-laki) ketika seorang imam melakukan kesalahan dalam rakaat salat adalah mengucapkan ‘subhanallah’. Pertanyaan saya, apabila makmum mengucapkan subhanallah, tetapi imam meneruskan rakaat-rakaat berikutnya (ucapan makmum subhanallah tidak terdengar oleh imam). Apakah kita sebagai makmum terus mengikuti gerakan imam atau kita (makmum) harus diam? Wassalamu’alaikum. (Heri Susanto, nazt2413@yahoo.com)

Jawaban Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an:

Dalam keadaan seperti itu, ada dua pilihan bagi makmum; (1) mengikuti imam apa adanya; (2) mufaraqah, yakni makmum memisahkan diri dari imam. Pilihan (1) lebih baik daripada pilihan (2). Demikian, wallahu a’lam.

(Asep Usman Ismail, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an)

Iklan

Dapatkah mengembalikan rasa cintanya dengan shalat tahajud?

Pak ustadz yang baik, Saya seperti mimpi dengan kejadian yang telah menimpa saya, ini semua kesalahan yang tidak saya sengaja. ketika itu setelah selesai orang tua saya dengan orang tuanya saling berkenalan, keesokannya kami berdua jalan-jalan, di dalam mobil kami ngobrol dan tiba2 terjadi perdebatan dan mulai adu mulut tanpa saya sadari saya EMOSI saya meledak dan saya melempar barang di hadapannya,dan akhirnya saya minta maaf saya khilaf karan pada saat itu pikiran saya lagi bingung dgn status pasangan saya yang duda tapi belum saya katakan pada orang tua saya (pada saat itu)

Kejadian di mobil itu pangkal permasalhan pasangan saya, dan tadi malam dia baru berterus terang kepada saya kalau selama setahun ini perasaan dia hambar kepada saya karna saya telah membetaknya secara emosional waktu di dalam mobil,sebenarnya pada saat kejadian itu dia langsung hilang perasaannya kepada saya dia sudah berusaha menbangun dengan terus datang kerumah saya pokoknya terus komunikasi tapi tetap dia tdk bisa mengembalikan persaannya yang dulu lagi,dia bilang sifat dia yang seperti ini sebenarnya menjadi momok buat dia, dia minta bantuan saya untuk berobat ke psikiater, dia tau saya khilaf dan dia sudah memaafkan, tapi yang dia bingung kenapa kok sifat ” yang langsung hilang perasaannya” tidak bisa hilang semenjak dia smp, jadi kalau pacaran lantas dia di bentak secara emosi rasa cintanya langsung hilang, sewaktu dia menikah sebernarnya istrinya seperti iti tetapi karana sudah menikah jadi dia berusaha untuk mempertahankan sampai istrinya tutup usia.

Dia minta bantuan saya untuk ke psikologi karana dia ingin tau kenapa hanya dengan masalh sepele seperti itu persaannya bisa langsung hilang, dia sedang berjuang untuk melawan ini semua, karana bukan dengan saya pun takutnya seperti ini lagi. Saya senang dia punya itikad baik untuk mengakui kelemahannya,tapi di lain sisi jiwa saya terguncang karna seperti di bohongi, dan dia tau itu.

Dia akan segera ke psikolog, karana dia tau ini penyakit lamanya dan dia minta bantuan saya, lantas saya tanya kenapa dulu bisa menikah padahal kejadian seperti itu pernah terjadi? dia bilang wkt pacaran dia singkat sehinnga dia mengalami hal itu wkt sudah berumah tangga jadi dia berusaha untuk selalu menjaganya sampai akhirnya maut memisahkan.

Pak ustadz waktu saya pertama kali bertemu dengannya saya juga tidak mencintainya,tetapi dengan seiringnya waktu saya mulai mencintainya sampai detik ini perasaan ini terus berkembang, saya mulai bisa menerima segala kekurangannya,saya sedih usia saya sudah 34 tahun kenapa ALLah masih juga belum berkenan memberikan saya pasangan,pastinya saya sudah berdoa setiap saya putus denagn pacar, saya selalu berdoa untuk minta yang terbaik sampai akhirnya saya bertemu dangan mas P (inisial nama kekasih saya yang sekarang) saya bahagia sekali kami cocok secara pandangan, hanya kesalahan itu saja yang saya tidak di sengaja dan tidak pernah terulang lagi, ternyata sudah menghancurkarkan semua harapan saya.

Kenapa Pak ustadz ALLAH seperti itu kepada saya? saya pikir mas P adalah jawaban dari semua doa2 saya siang dan malam, di waktu sholat hajat dan sholat 5 waktu,kenapa jodoh saya jauh sekali ..? bisakah dengan TAHAJUD ALLAH MENGEMBALIKAN HATINYA DAN MENYEMBUHKAN SEMUA KELEMAHANNYA? DZKIR APA YANG HARUS SAYA BACA UNTUK MENGEMBALIKAN RASA CINTANYA KEPADA SAYA, saya senang dia mau berusaha terus datang tidak pernah absent karna dia sungguh ingin membangun rasa yang dulu lagi.

Apa ini jawaban dari ALLAH dari dari semua doa2 saya? atau ini ujian dari ALLAH untuk menguji kesabran saya untuk menolong dia?
Tolong pak saya minta doa dan dzikir yang tepat untuk masalah ini. Boleh kah saya sholat HAJAT lagi untuk minta jodoh walaupun saya masih mencintainya, dan boleh kah pak kalau dalam SHOLAT HAJAT saya sekalian meminta kesembuhan untuk mas P (2 permintaan dalam sholat hajat) dan masih bolehkah saya sholat ISTIQARAH lagi untu meminta petunjuk untuk masalah ini.

Terima kasih

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Bershalat Sambil Memegang Mushhaf Al-Qur’an

saya sudah membaca buku anda. bagus, itu saja yang bisa saya katakan. tapi bukan masalah bagusnya. seperti saran anda, kalo mau praktek disesuaikan dengan kepribadian kita. kayaknya yang cocok dengan saya yach yang arungi makna salat. karena saya orang kuper, susah ngomong, telmi. tapi saya yakin, dengan praktek salat smart ini bisa meningkatkan taraf hidup saya dan kecerdasan saya.
yang menarik dari buku ini adalah tentang membaca mushaf dalam salat. saya termasuk susah kalo harus hapalan surat apalagi saya cuma hapal 10 surat saja. jd yg sy bc ya hanya itu2 aja. cuma sya ini berkcmata tebal. jd apa boleh mushaf dipegang ketika berdiri dlm solat.tp saya jga menerapkan bc 2x, 8x mengingat.
sy ini agak budeg jd agak ksulitan mendengar azan dari masjid. apa boleh mjawab azan di tv?sy tdk pernah kmasjid kcuali ramadhan.
terus saya ini cewek muslim ktp, baru satu tahun ini salat. skr 27 thn. dan saya mulai solat karena saya ingin kaya. dari situ saya merasa salat sy bukn krn allah. tp stelah mbc buku anda, sy mengerti meski agak takut2 jg salat saya gak dterma.
sy cm mau mengucapkan syukron krn anda dah menulis buku hebat ini.
tolong ptanyan saya djwb.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Terima kasih atas pujiannya. Jawabanku: sebagian besar ulama membolehkan kita untuk bershalat sambil memegang mushhaf Al-Qur’an, terutama dalam shalat sunnah. Sebagian kecil ulama melarangnya. Aku berpegang pada yang membolehkannya. Sungguhpun demikian, yang aku kutip di bawah ini tidak hanya pandangan yang membolehkan, tetapi juga yang melarangnya. Baca lebih lanjut

Hebatnya NU: Cara Shalat Muhammadiyah Pun Disambut Hangat

Alhamdulillaah… Tadi saat berkunjung ke situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), aku jumpai sebuah fakta yang sangat menarik: Ternyata, sebuah buku karya seorang dosen Universitas Muhammadiyah mengenai cara shalat diterima keberadaannya di situs resmi NU ini. Bahkan, boleh dibilang bahwa keberadaannya disambut hangat. Sebab, apresiasi terhadap buku tersebut muncul di rubrik resensi buku. Gambar kover bukunya pun tertayang di sidebar setiap halaman. Bagiku, apresiasi dan toleransi seperti itu luar biasa dan patut diteladani oleh kelompok-kelompok Islam lainnya. Baca lebih lanjut

Wajibkah Penyeragaman Cara Shalat?

Saat kutempuh latihan ujian praktek shalat sewaktu SMP, mulanya aku menggunakan cara shalat ala Muhammadiyah. Namun oleh guruku, yang kebetulan beraliran NU, cara shalatku dinilai salah. Aku diminta mengulangi shalatku. Berhubung aku ingin lulus, ya kupenuhi saja permintaannya, tapi khusus untuk latihan dan ujian itu saja. Dalam praktek sehari-hari, aku tetap menggunakan cara Muhammadiyah.

Saat ini, kecenderungan untuk menyeragamkan cara shalat mungkin masih berlangsung di sekolah-sekolah oleh guru-guru yang bersangkutan. Aku merasakannya ketika putri sulungku, kelas 3 SD, mengkritik salah satu cara shalatku. Baca lebih lanjut

Jika ini Sholat Terakhirku…

Bulan februari ini bagi saya, banyak sekali hikmah. sangat banyak. kadang pun saya tidak sempat hanya untuk sekedar berbagi kisah itu dengan rekan-rekan. beberapa waktu kedepan saya agendakan untuk kembali mendalami sholat. melalui chating dengan teman-teman yg OL, saya bertukar informasi tentang sholat. baik info dari buku (Pedoman Sholat : th.1951), website (www.salatsmart.wordpress.com), dan yang tidak kalah lagi lagu-lagu (Letto – Sandaran Hati) Baca lebih lanjut

Murtadkah bila meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut?

Jumat kemaren aku dengerin radio, siang2 gitu jam 11an. Mbak2 penyiarnya blg gini : “Ayo pada siap2 jumat’an… katanya kalo 3x bolos jumat’an itu udah dianggap kafir loh…” jadi penasaran… emg ada yah hadist ato quran yg bilang begini? kalo gitu, sebenernya byk donk umat islam yg udh “gak diakui” oleh Allah? gw jg pegang terus konten hadits ini, tp apakah bener sperti itu p. Ustadz?

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Shalat Sunnah Tidak Perlukah Perhitungan?

Saat blogwalking tadi, kujumpai sebuah tanya-jawab yang menarik. Pertanyaannya: “Ustadz, saya mohon penjelasan mengenai hukum melaksanakan shalat sunnah awal & akhir tahun serta shalat sunnah rajab, karena di tempat saya shalat itu marak dilaksanakan. Saya sendiri dulunya termasuk orang yg melaksanakan, kemudian saya mendapat keterangan dari teman saya yg mesantren di beberapa pesantren di Garut dan Sukabumi serta Cianjur bahwa hukum hadistnya maudlu’ ( sangat dhoif ) sehingga tidak boleh dipakai menjadi dasar hukum dia juga memperlihatkan referensi dari dua kitab yaitu Fathl Mu’in dan Kifayatul Akhyar yang setahu saya itu kitab fiqh yg mu’tabar. Itu menjadi konflik di hati saya karena selama ini saya melaksanakan berdasarkan kitab tasawwuf ( qhoniyyah /ghunyah dan khozinatul asror ), menurut ustadz pendapat mana yg harus saya ikuti…?”

Baca lebih lanjut

Bacaan shalat yang menyentuh hati

Subagio IN, seorang wartawan senior, menuliskan pengalamannya menjadi makmum ketika KH Mas Mansur menjadi imam shalat Jumat. Dalam buku KH Mas Mansur: Pembaharu Islam di Indonesia yang ditulisnya, Subagijo mengaku: “Tidak mungkin saya dapat melupakan hari itu”. Subagijo sedang [ber]shalat Jumat di sekolah Muallimin Muhammadiyah Yogya pada 1940-an. Imam dan khatibnya ketua PP Muhammadiyah, KH Mas Mansur. Tempat shalat sudah penuh. Dia dan banyak orang lain yang tidak kebagian tempat harus [ber]shalat dan mendengarkan khutbah di luar di bawah terik sinar matahari yang menyengat kulit.

Baca lebih lanjut